Wednesday, October 22, 2014

Don't Give Up


Sudah beberapa hari beralasan “tidak sempat”. Baru hari ini, akhirnya sadar bahwa hal hal yang menganggu dan menyulitkan sudah harus dibereskan. Bukan lagi liat dulu nanti. Hari ini sudah harus sekarang. Semuanya mungkin akan sama seperti dia yang tiba tiba diminta lagi, semuanya serba tiba tiba. Maka hari ini harus lebih dewasa. Hari ini harus lebih mempercayai diri untuk memutuskan “apa”.

Menulis itu tidak percuma. Menulis kali ini adalah upaya berdialog dengan hati, dengan isi kepala. Siapa tahu, dengan ditulis, semuanya menjadi lebih jelas, semua menjadi lebih terpola. Kemudian ada pertimbangan pertimbangan baru yang jika dibayangkan hanya sampai pada argh.

Dengar dengar, minimal butuh lima hari untuk terbiasa. Ini kan sudah rabu ke 3 ya sejak dia diminta kembali, mestinya sudah juga terbiasa tidak bersama sama. Dari situ, berarti bisa juga ya lima hari lagi aku sudah terbiasa menjadi blah yang baru. lima hari lagi sudah tidak mendongak malu malu.

Tapi, jika memang akan terasa sulit, wajar. Artinya aku memang berupaya. Karena ada rasanya. Dari pada seperti yang sudah sudah, hari ini, kemarin, seminggu yang lalu, entah telah berapa lama yang hanya Cuma garuk garuk hidung dan pura pura mikir. 

Jika selesai menulis ternyata masih, ya... Hadapilah. kita bisa ulangi sekali lagi.