Sudah beberapa hari beralasan “tidak
sempat”. Baru hari ini, akhirnya sadar bahwa hal hal yang menganggu dan
menyulitkan sudah harus dibereskan. Bukan lagi liat dulu nanti. Hari ini sudah
harus sekarang. Semuanya mungkin akan sama seperti dia yang tiba tiba diminta
lagi, semuanya serba tiba tiba. Maka hari ini harus lebih dewasa. Hari ini
harus lebih mempercayai diri untuk memutuskan “apa”.
Menulis itu tidak percuma. Menulis
kali ini adalah upaya berdialog dengan hati, dengan isi kepala. Siapa tahu,
dengan ditulis, semuanya menjadi lebih jelas, semua menjadi lebih terpola. Kemudian
ada pertimbangan pertimbangan baru yang jika dibayangkan hanya sampai pada
argh.
Dengar dengar, minimal butuh lima
hari untuk terbiasa. Ini kan sudah rabu ke 3 ya sejak dia diminta kembali,
mestinya sudah juga terbiasa tidak bersama sama. Dari situ, berarti bisa juga
ya lima hari lagi aku sudah terbiasa menjadi blah yang baru. lima hari lagi
sudah tidak mendongak malu malu.
Tapi, jika memang akan terasa
sulit, wajar. Artinya aku memang berupaya. Karena ada rasanya. Dari pada
seperti yang sudah sudah, hari ini, kemarin, seminggu yang lalu, entah telah
berapa lama yang hanya Cuma garuk garuk hidung dan pura pura mikir.
Jika selesai menulis ternyata
masih, ya... Hadapilah. kita bisa ulangi sekali lagi.
