Ini adalah cerita tentang air
jernih.
Pada suatu masa, hiduplah seorang
perempuan muda yang kurang baik akhlaknya. Dia hidup sendirian di sebuah kosan
di pinggiran kota metropolitan yang agak ramah. Perempuan muda itu berbadan
kurus tinggi dan berkulit sawo matang. Dia menyukai kehidupan yang damai
dengan semerbak parfume malaikat subuh dan berwarna hijau daun menutupi langit.
Hari demi hari berlalu sejak
perempuan muda itu tinggal di kota, yang paling dia sukai dari kotanya adalah
dua puluh empat jam serta kenangan. Tidak ada yang tidak dia sukai, dia suka
setiap sudut kecuali debu, ia membenci debu karena terasa kasar dan lengket
jika terkena keringat, atau air mata.
Hingga tibalah suatu hari ketika perempuan
muda itu tersentak menyaksikan pantulan dirinya di cermin, dia melihat sosok
muda yang layu nan gersang. Di tatapnya kepala bulat telur berkali-kali, ia pastikan
bahwa mungkin cermin itu tak menampilkan apa yang sesungguhnya ada di hadapan. Sampai
berlalu 5 menit kemudian, lalu perempuan muda itu menyadari satu hal, dan hal itu
adalah… anu.
Sejak saat itu perempuan muda
semakin rajin melihat cermin, berbenah.