Saturday, July 20, 2013

Pesan Pesan Di Kaca


Halo ? apa kabar ? sudah cukup lama ya saya gak menulis. Apapun. Yang saya ingat terakhir saya menulis adalah to do list di kertas yang ditempel di pintu lemari, isinya 86 nomer yang saya rencanakan selesai diminggu ini saja. 

Baik, Saya akan bercerita tentang kisah saya beberapa hari belakangan, saya bertemu kesedihan hari ini. Saat saya sadar, saya melihat ada beberapa tulisan tangan dengan spidol di kaca. Disana ditulis oleh seseorang yang sedang berduka, sebuah janji dan pesan.

Katanya, 

“saya tidak perduli dengan ingatan berapa banyak waktu yang sudah dilewati tanpa banyak kesan menyenangkan, saya tidak perduli dengan kesempatan yang belum lagi datang, saya tidak perduli lagi dengan keinginan mengeluh saya. Saya hanya melihat pada bayangan yang terlihat dikaca, dengan jelas saya lihat berbadan sempurna. Seharusnya sudah amat cukup menjadi alasan saya untuk bahagia?”

Lalu, tertulis sebuah janji …

“saya akan selalu mengucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu yang merawat saya, saya akan mengantarkan ibu kesekolah, saya akan menulis untuk bapak”

“saya akan menjaga cinta dan kekasih saya dengan cara seorang wanita muda yang siap menjadi dewasa, saya akan menyampaikan semuanya dengan hati hati, saya akan mendukung dengan doa, suara dan tulisan”

“saya akan menjaga persahabatan saya, saya akan membalas pesan mereka dengan hormat”

Karena, saya takut tidak sadar bahwa saya sudah menua dan lupa cara untuk sekedar menulis balasan terimkasih pada mereka, lebih saya tidak tau sisa waktu hidup saya berapa banyak lagi.