Halo ? apa kabar ? sudah cukup
lama ya saya gak menulis. Apapun. Yang saya ingat terakhir saya menulis adalah
to do list di kertas yang ditempel di pintu lemari, isinya 86 nomer yang saya
rencanakan selesai diminggu ini saja.
Baik, Saya akan bercerita tentang
kisah saya beberapa hari belakangan, saya bertemu kesedihan hari ini. Saat saya
sadar, saya melihat ada beberapa tulisan tangan dengan spidol di kaca. Disana ditulis
oleh seseorang yang sedang berduka, sebuah janji dan pesan.
Katanya,
“saya tidak perduli dengan
ingatan berapa banyak waktu yang sudah dilewati tanpa banyak kesan menyenangkan,
saya tidak perduli dengan kesempatan yang belum lagi datang, saya tidak perduli
lagi dengan keinginan mengeluh saya. Saya hanya melihat pada bayangan yang
terlihat dikaca, dengan jelas saya lihat berbadan sempurna. Seharusnya sudah
amat cukup menjadi alasan saya untuk bahagia?”
Lalu, tertulis sebuah janji …
“saya akan selalu mengucapkan
terimakasih kepada bapak dan ibu yang merawat saya, saya akan mengantarkan ibu
kesekolah, saya akan menulis untuk bapak”
“saya akan menjaga cinta dan
kekasih saya dengan cara seorang wanita muda yang siap menjadi dewasa, saya
akan menyampaikan semuanya dengan hati hati, saya akan mendukung dengan doa,
suara dan tulisan”
“saya akan menjaga persahabatan
saya, saya akan membalas pesan mereka dengan hormat”
Karena, saya takut tidak sadar
bahwa saya sudah menua dan lupa cara untuk sekedar menulis balasan terimkasih
pada mereka, lebih saya tidak tau sisa waktu hidup saya berapa banyak lagi.