Wednesday, June 11, 2014

Kenapa Lagi?

Aku langsung menulis. Setelah meletakkan tas seberat karung beras sembarangan lalu megambil segelas air hangat dari dispenser dan meneguknya buru buru. Sejak kemarin tidak kesampaian. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan, ada banyak pertanyaan yang mendesak meminta jawaban. Pertama, demi apa?

Aku sudah lupa aturan main bergabung bersama mereka. Malah lupa total tujuanku apa. Dari awal aku jawab dengan over PD, aku ingat aku yakin betul mau bergabung, susah payah mempertahankan harga diri. Lalu hari itu ...

Aku tau, ada hal lain yang tidak bisa aku kendalikan lagi. Pasang surut semangatku mengikuti kegiatan ini. lambat laun, tujuanku mulai semrawut. Mulai bertanya tanya, demi apa?

Mana bisa, aku melaksanakan tugas yang begitu menyita waktuku dengan pikiran abu abu. Waktu yang semestinya aku gunakan untuk menulis blah blah blah sebanyak itu. mana bisa? 

Aku duduk sebentar, berjalan, berbaring, lalu menghidupkan kipas. Badanku basah, peluh bercucuran, kali ini kusita segala energi untuk memikirkan keputusan apa yang hendaknya ku ambil. Tugas kuliah makin kemari makin berat, teringat tugas aku gemetar. Kapan aku selesai. Tapi, entah tiap pagi aku tak sadar mengemas barang barangku agar aku bisa mampir sebentar yang sebentar itu tidak mungkin meskipun selalu gagal karena arah motorku tak sejalan nurani.


Aku pulang. Dengan perasaan menggantung. Kenapa gak mampir saja. Geregetan. Padahal mampir kan mesti kena tegur. Mesti dapat tugas lagi dan lagi, mesti sering menyesal karena salah bicara. Tapi, diamana lagi? Aku bisa merasa selalu kembali pulang.

Ceritanya tidak sependek itu.

Aku tidak tau bisa atau tidak, sedang aku harus putuskan sekarang. agar aku tidak bimbang, terbawa sampai duduk dikelas, tertidur, dan dalam mimpi. Berhenti, atau kulanjutkan saja? Tapi... demi apa?