Wednesday, May 27, 2015

Nadir...

Mereka berempat duduk menghadap langit pagi. Matanya ke fajar, ke langit, ke dedaunan. Berbeda denganku, mataku menatap mereka bertiga. Lama sekali...

Kemudian aku bosan, aku pandangi dua orang yang sedang bersandar di sana, mata mereka saling pandang, kadang juga pada kupu kupu yang hinggap di serbuk sari, pada bening danau di depannya.

Lama lama aku bosan lagi...

Begitu terus, sampai aku melihat anak itu duduk sendirian. Memainkan ujung rambutnya yang coklat kehitaman, badannya tegap dan muka lonjong seperti melinjo. Tangan lainnya menyentuh permukaan danau, tangan ketiga bermain lebah yang hinggap di batang hidungnya, tangan kesekian bermain main juga dengan ilalang, membuat mahkota dengan ranting dan aster, bola matanya bersinar, kadang hijau, biru dan perak. 

Aku senang menatapnya, kadang digoyangkannya bangku dua orang yang kulihat barusan, kadang menciprati kami berempat, kadang mengendus ngendus mengagetkan nenek tua dan kucingnya di tepi danau.

Aku kuatir anak ini berlari ke arahku. Aku pura pura membuka buku, menyenggol lengan teman ku, sibuk sendiri. Tapi lama lama aku penasaran, kutengok anak itu diam diam. Dia sudah hilang. Terbang ke atas awan.

Tuesday, May 26, 2015

Salam Lestari!























TNWK, 23-24 Mei 2015
Back to nature, as back to home, as back to youh, yeah.

Wednesday, May 06, 2015

Kaum BAPER

Baper adalah sejenis kelainan yang gw derita. “bawa perasaan”, gw pernah bertikai dengan seorang teman gara gara gw terlalu baper. Sebagian besar teman gw sepakat bahwa baper adalah sindrom yang gak baik, sebaiknya dihilangkan.

Tapi menurut gw, baper itu pasti datang pada semua orang. Dalam situasi yang berbeda beda, gw sering denger orang lain menggunjing karena ada yang kelewat baper. Tapi gw yakin betul, dia hanya baper pada suatu kondisi tertentu. Misalnya begini, gw dihadapkan pada kondisi lalala, jelas gw baper, mungkin orang lain gak sebaper gw. Tapi misal di kondisi lain, gw enggak baper, tapi orang lain jauh lebih baper dari gw. 

Gw pernah baper level 15, dan gw paham sekali rasanya. Maka dari itu gw sangat mewajari orang yang dalam kondisi tertentu jadi baper. Gw tidak pakar dalam menasihati, gw tidak pakar dalam memilih kata yang tepat agar orang lain tergugah, yaaa bukan gw. Gw Cuma seorang yang pengen sekali bilang, suatu hari pasti siapapun ada dalam kondisi itu, yaudahlah gak papa, jangan saling menghina, mari saling mendukung dan mengerti. Tidak perlu jadilah seperti apa kalau memang tidak ada passion di sana, kasian, lakukan sesuai yang kamu hasrati. Gol.