Sujiwo Tejo
Sinta,
Sekarang sudah sekian purnama tak kunjung kamu balas
surat-suratku.
Kamu membisu.
Semoga itu bukan kebisuan yang kamu sengaja untuk membuatku
jatuh bangun sambil merenung.
Padahal,
Segunung apa pun diamku merenung
Tak mungnkin aku sampai pada pemahaman mengapa aku
mencintaimu.
Seremuk apapun tubuhku,
Selama aku masih jatuh ke tanah,
Selama masih direngkuh dalam pelukan Ibu Pertiwi
Asal mula Dewi Widowati yang kucintai
Aku akan mengutuh dan kembali bangkit.
Selama itu pula aku akan mencintaimu.
Tuhan,
kalau memang cintaku terlarang pada Sinta
kalau memang cintaku terlarang pada Sinta
Kenapa Kau bangun megah rasa ini di dalam sukmaku?
Tuhan...