Saturday, May 28, 2016

I Need a Break, I Need You

You can’t treat peoples like a shit than expect them to love you. Juga, aku tidak bisa memperlakukan diriku dengan baik jika masalah terus aku buat, aku gali agar menjadi masalah yang lebih menarik. Than, everything changed. Menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain. I don't wanna everything stay away, and I don't wanna forgive my self to this condition.

Aku mengalami masa yang sulit sekarang, kehidupan yang naif dan menjadi siklus. Berulang lagi, dan lagi. Aku sudah berusaha menepati janji untuk tidak menjadi tai dalam kehidupan orang lain. Yang menjijikkan, dan pasti di buang.

Aku tidak habis pikir mengapa aku bisa sebodoh ini, entah aku punya kelainan apa tiap aku mengakui bahwa aku memang orang bodoh aku malah makin percaya diri, dan ada rasa hormat pada diri sendiri karena mau berani jujur mengatakan tentang kenyataan.

Aku suka iri, selalu sebenarnya. Pada setiap orang, yang terlihat sangat baik, terlihat sangat damai, terlihat sangat berguna. Aku iri bukan main, dan tiba tiba dalam diriku sebagai jelmaan dari sikopat, aku ingin berteman dengan mereka, untuk kuketahui kelemahannya, dan lalu membencinya.

I don't like a perfection. I don't like people with ambition in every seccond to be perfectionist. So it mean I hate my self than. Yes, tentu aku benci diriku sendiri. Aku menjijikkan, dan makin menjijikkan karena aku benci pada diriku sendiri. Aku benci dengan kehidupan yang tidak bisa aku jalani dengan baik, aku benci karena tidak bisa menjadi anak yang baik yang bisa menjadi teman orang lain.

Andai aku bisa jadi dr. Watson nya Sherlock. Atau aku jadi Irene Adler, atau aku jadi Missis Hudson, atau aku jadi Mycroft Holmes. Nyatanya aku gak jadi siapa siapa, dimana mana. 

Aku hanya menjadi aku si pengeluh yang kadang sabar, hanya menjadi anak nakal yang suka membully tirta dan sakit hati di katain item, aku hanya menjadi tweep yang hobi spam dan godain admin operator telkomsel. Bagaimana bisa aku menjadi orang tidak berguna seperti ini. Bukankah seharusnya aku jadi orang baik baik, sebaik orang yang aku lihat dimana mana. Menjadi berguna seperti semua orang baik yang ada gunanya. Menjadi wanita cantik yang dikagumi banyak orang. Dan yang terpenting, aku bahagia dengan diriku sendiri. Bisa mensyukuri semua detik yang menjadi jatah kehidupanku. Mensyukuri semua hitam dan kelabu.

Dan... apakah kamu bisa bangun sendiri?

Friday, May 27, 2016

It's Okay Baby, That's Life

Haduh, gw amat sangat kepingin menulis ini dari jauh jauh hari. Tapi terlalu mager untuk sekedar buka notebook, Ms.Word dan memainkan jari jemari untuk menulis segala sumpah serapah yang ada di dalam kepala gw.

Walakhir, karna sudah sangking penatnya. Gw menulis juga. Yah memang akan menjadi tulisan yang tidak berarti, tapi yasudahlah. Gak perduli lagi dengan nilai apapun yang mau dihitang hitung, nulis ya nulis. Marah ya marah. Mau dinilai bcde ya terserah, namanya lagi kecewa ya kecewalah.

Bicara soal kecewa... aduh. Banyak hal yang bakal diungkit dari kata itu, dan saat dirasain ada rasa degagel di dalam dada. Bagian tengah ya, ada rasa terpendam yang energinya luar biasa besar, dan suka pengen dikeluarkan. Dalam bentuk teriakan, atau lari yang jauh, atau menangis mengaduh.

Umpama ada yang mendengar gemuruh kemarahan yang ada disini, dianya pasti bakal kabur. Untuk alasan agar tidak terluka juga, atau tidak ikutan sakitnya. Yah representasi kawan bohongan itulah. Yang sukanya kabur saat tidak butuh. Ahahaha, kalian menjijikkan.

Gw suka terluka dengan ketidak berpihakan orang terhadap kehidupan yang gw jalani. Gw suka terluka dengan cara orang lain tidak membalas apa yang ingin gw terima. Gw suka sakit hati kalau tidak menjadi bagian dari siapa siapa. Gw suka kecewa dengan diri gw yang suka membenci orang yang salah dan banyak pura pura.

Gw mencampur segala macam kekecewaan dalam sebaris dua baris kalimat, siapapun yang mencoba memahami pasti salah arti. Tulisan ini dibuat memang bukan untuk orang lain sih. Tapi untuk diri sendiri, yang harus banget, mau tidak mau gw paksain untuk menerima apapun itu, apapun itu, apapun yang sudah terjadi dan akan nanti.