Haduh, gw amat sangat kepingin menulis ini dari jauh jauh
hari. Tapi terlalu mager untuk sekedar buka notebook, Ms.Word dan memainkan
jari jemari untuk menulis segala sumpah serapah yang ada di dalam kepala gw.
Walakhir, karna sudah sangking penatnya. Gw menulis juga. Yah
memang akan menjadi tulisan yang tidak berarti, tapi yasudahlah. Gak perduli
lagi dengan nilai apapun yang mau dihitang hitung, nulis ya nulis. Marah ya
marah. Mau dinilai bcde ya terserah, namanya lagi kecewa ya kecewalah.
Bicara soal kecewa... aduh. Banyak hal yang bakal diungkit
dari kata itu, dan saat dirasain ada rasa degagel di dalam dada. Bagian tengah
ya, ada rasa terpendam yang energinya luar biasa besar, dan suka pengen dikeluarkan.
Dalam bentuk teriakan, atau lari yang jauh, atau menangis mengaduh.
Umpama ada yang mendengar gemuruh kemarahan yang ada disini,
dianya pasti bakal kabur. Untuk alasan agar tidak terluka juga, atau tidak
ikutan sakitnya. Yah representasi kawan bohongan itulah. Yang sukanya kabur
saat tidak butuh. Ahahaha, kalian menjijikkan.
Gw suka terluka dengan ketidak berpihakan orang terhadap
kehidupan yang gw jalani. Gw suka terluka dengan cara orang lain tidak membalas
apa yang ingin gw terima. Gw suka sakit hati kalau tidak menjadi bagian dari
siapa siapa. Gw suka kecewa dengan diri gw yang suka membenci orang yang salah
dan banyak pura pura.
Gw mencampur segala macam kekecewaan dalam sebaris dua baris
kalimat, siapapun yang mencoba memahami pasti salah arti. Tulisan ini dibuat
memang bukan untuk orang lain sih. Tapi untuk diri sendiri, yang harus banget,
mau tidak mau gw paksain untuk menerima apapun itu, apapun itu, apapun yang
sudah terjadi dan akan nanti.
No comments:
Post a Comment