Tidak sibuk berkegiatan membuat aku
jadi banyak memikirkan hal-hal yang tidak lumrah. Ini baik, agar apa yang
sering diinginkan atau tengah dijalani untuk dituju lebih jelas lagi. Baik bagiku
menjeda tiap kesibukan untuk mereview dan menjadwal ulang.
Tidak sibuk itu pada kamis yang
lalu, ada jeda yang tak biasa karena gagal seminar hasil akhir bulan ini. Tidak
sedih atau kecewa, rasanya biasa saja. Oleh karena itu aku punya mood yang baik
untuk melakukan hal-hal menyenangkan. Main sama dia, pulang ke rumah, membuat
harapan-harapan baru, menulis, dan lain-lain.
Semua hal itu berjalan lancar,
apalagi soal main sama dia. Ini aku ceritakan di laman lain.
Tapi pada jeda di senin yang tidak
sibuk, aku mendadak sakit. Sehingga kurang optimal menjalani aktivitas yang
sudah direncanakan. Akhirnya, aku putuskan untuk istirahat dikosan. Nah baru
mulai nih ceritanya…
Aku agak lupa apa yang terjadi
sebelum aku sakit, tapi sepertinya hal itu juga berdampak dengan persepsi yang
terbentuk setelah sakit. Ketika sakit, aku biasanya marah. Aku tidak suka
sakit, orang lain juga, tapi aku beneran tidak suka sakit dan tidak suka
melihat orang lain sakit. Tapi pun kita sakit, kita harus ikhlas, tetap
bersyukur, dan bertaubat.
Ketika aku sakit, aku memikirkan hal
ini, “lo harus A+, untuk A+”. Berlaku
untuk semua hal, semoga paham tanpa dijelaskan.
Hal ini tentu berat jika ukuran A+
meminjam ukuran orang-orang lain. Aku tidak bisa jadi dia dengan usaha yang berbeda,
aku tidak bisa jadi dia jika tetap hidup dengan caraku sendiri.
Tapi kenapa aku ngotot sekali ya
jadi orang lain? Tidak cukup baikkah menjadi diri sendiri? Apakah keingingan
ini timbul karena tidak puas dengan apa yang dijalani atau ada pihak lain yang
sengaja atau tidak sengaja mengarahkan untuk meniru orang lain itu? Pasti mereka
pihak penting, sampai dipertimbangkan.
Tapi kan aku sudah besar, sudah
baligh. Meski tidak selalu benar, tapi cukup bisa menalar semuanya. Berpikir pakai
kepala, jadi benar adalah benar bukan lagi agak.
Ketajaman berpikir dapat
ditingkatkan dengan banyak melakukan hal baik, membaca yang baik dan
berkegiatan yang baik. Oh my God, aku stag.
No comments:
Post a Comment