Tuesday, May 23, 2017

A Beautiful Mind

Tidak sibuk berkegiatan membuat aku jadi banyak memikirkan hal-hal yang tidak lumrah. Ini baik, agar apa yang sering diinginkan atau tengah dijalani untuk dituju lebih jelas lagi. Baik bagiku menjeda tiap kesibukan untuk mereview dan menjadwal ulang.

Tidak sibuk itu pada kamis yang lalu, ada jeda yang tak biasa karena gagal seminar hasil akhir bulan ini. Tidak sedih atau kecewa, rasanya biasa saja. Oleh karena itu aku punya mood yang baik untuk melakukan hal-hal menyenangkan. Main sama dia, pulang ke rumah, membuat harapan-harapan baru, menulis, dan lain-lain.

Semua hal itu berjalan lancar, apalagi soal main sama dia. Ini aku ceritakan di laman lain.

Tapi pada jeda di senin yang tidak sibuk, aku mendadak sakit. Sehingga kurang optimal menjalani aktivitas yang sudah direncanakan. Akhirnya, aku putuskan untuk istirahat dikosan. Nah baru mulai nih ceritanya…

Aku agak lupa apa yang terjadi sebelum aku sakit, tapi sepertinya hal itu juga berdampak dengan persepsi yang terbentuk setelah sakit. Ketika sakit, aku biasanya marah. Aku tidak suka sakit, orang lain juga, tapi aku beneran tidak suka sakit dan tidak suka melihat orang lain sakit. Tapi pun kita sakit, kita harus ikhlas, tetap bersyukur, dan bertaubat. 

Ketika aku sakit, aku memikirkan hal ini, “lo harus A+, untuk A+”. Berlaku untuk semua hal, semoga paham tanpa dijelaskan. 

Hal ini tentu berat jika ukuran A+ meminjam ukuran orang-orang lain. Aku  tidak bisa jadi dia dengan usaha yang berbeda, aku tidak bisa jadi dia jika tetap hidup dengan caraku sendiri. 

Tapi kenapa aku ngotot sekali ya jadi orang lain? Tidak cukup baikkah menjadi diri sendiri? Apakah keingingan ini timbul karena tidak puas dengan apa yang dijalani atau ada pihak lain yang sengaja atau tidak sengaja mengarahkan untuk meniru orang lain itu? Pasti mereka pihak penting, sampai dipertimbangkan.

Tapi kan aku sudah besar, sudah baligh. Meski tidak selalu benar, tapi cukup bisa menalar semuanya. Berpikir pakai kepala, jadi benar adalah benar bukan lagi agak. 

Ketajaman berpikir dapat ditingkatkan dengan banyak melakukan hal baik, membaca yang baik dan berkegiatan yang baik. Oh my God, aku stag.

No comments: