Sore tadi saat aku sedang akan
mengangkat jemuran, angin bertiup sepoi-sepoi. Warna langit saat itu putih
cerah dan sedikit rona jingga senja hari. Bah, puitis sekali aku menggambarkan
suasananya.
Ada aroma sore yang begitu lekat
dalam ingatanku, sore ini seperti sore yang ada di rumah dan pulang kampus. Sore
saat aku begitu menggebu ingin lari, ingin berkebun, ingin jalan-jalan dengan
keponakan atau ibuku ke rumah mbah tini.
Sore yang bebas dan indah. Sore yang
memiliki aroma kenangan yang membahagiakan.
Hey, aku sudah begini sekarang.
Karena sudah begini, aku semakin
ingin mewujudkan kehidupan yang lebih bahagia. Tapi yang aku bayangkan hanya yang
tidak-tidak. Aku membayangkan kehidupan yang terlalu sulit untuk dicapai. Ck.
Dan jawaban untuk ketidak sempurnaan
ini adalah “Oke hidup, mungkin semua tak bisa kuubah sekarang. Maka, aku hanya akan
membayangkan kehidupan yang lebih abadi saja. Kumohon agar kali ini tidak ada
yang akan mengecewakan saat aku berani ambil langkah memulainya.”
Aku sudah mengaduh, aku sudah hampir
puas mencaci maki kenyataan. Lalu sekarang aku lelah sendiri… mungkin ini
saatnya berhenti. Aku akan berhenti mengharapkan orang lain membahagiakanku. Aku
akan mencari cara sendiri untuk membeli kebahagiaan yang sesuai dengan
rencanaku semula.
Tapi, mungkinkah? Mungkinkah dengan
tidak melakukan apa-apa?
Aku tidak tau, kita tidak harus
menjawabnya sekarang.