Thursday, March 29, 2018

Tidak Harus Kita Jawab Sekarang

Sore tadi saat aku sedang akan mengangkat jemuran, angin bertiup sepoi-sepoi. Warna langit saat itu putih cerah dan sedikit rona jingga senja hari. Bah, puitis sekali aku menggambarkan suasananya.

Ada aroma sore yang begitu lekat dalam ingatanku, sore ini seperti sore yang ada di rumah dan pulang kampus. Sore saat aku begitu menggebu ingin lari, ingin berkebun, ingin jalan-jalan dengan keponakan atau ibuku ke rumah mbah tini. 

Sore yang bebas dan indah. Sore yang memiliki aroma kenangan yang membahagiakan.

Hey, aku sudah begini sekarang.

Karena sudah begini, aku semakin ingin mewujudkan kehidupan yang lebih bahagia. Tapi yang aku bayangkan hanya yang tidak-tidak. Aku membayangkan kehidupan yang terlalu sulit untuk dicapai. Ck.

Dan jawaban untuk ketidak sempurnaan ini adalah “Oke hidup, mungkin semua tak bisa kuubah sekarang. Maka, aku hanya akan membayangkan kehidupan yang lebih abadi saja. Kumohon agar kali ini tidak ada yang akan mengecewakan saat aku berani ambil langkah memulainya.”

Aku sudah mengaduh, aku sudah hampir puas mencaci maki kenyataan. Lalu sekarang aku lelah sendiri… mungkin ini saatnya berhenti. Aku akan berhenti mengharapkan orang lain membahagiakanku. Aku akan mencari cara sendiri untuk membeli kebahagiaan yang sesuai dengan rencanaku semula.

Tapi, mungkinkah? Mungkinkah dengan tidak melakukan apa-apa?

Aku tidak tau, kita tidak harus menjawabnya sekarang.

No comments: