Memangnya apa? tanyamu, mungkin.
Rahasia.
...Seperti segala ancaman perubahan senantiasa datang dan
pergi. Bila mana diukur, mungkin saja jumlah senang dan sedih sama banyaknya.
Bukankah itu yang disebut seimbang? Sedih sebentar lalu senang lagi, senang
sebentar lalu sedih lagi.
Sebetulnya, segala perasaan, segalanya ini tanggung jawab
siapa? Sebetulnya, takdir takdir yang digariskan Tuhan boleh tidak dikeluhkan?
Sebetulnya boleh tidak mengaduh dan menuntut tolong Tuhan jangan main mainkan
perasaan. Kalau kira kira aku belum siap kehilangan ini dan itu, boleh tidak
kembali dulu kupinjam sampai kau beri aku kemampuan untuk merelakan, atau Kau
yang maha kaya menurunkan rezeki untuk dititipkan aku lagi sebagai ganti apa
yang ingin Kau ambil sekarang.
Tuhan... lalu kepada siapa aku bisa menyalahkan? Kesalahan kesalahanku
ini kepada siapa boleh kulimpahkan?
No comments:
Post a Comment