Saturday, September 17, 2016

I Won't Ever be Alone

Hari berganti, lalu menyisakan cerita yang jika indah ku sebut-sebut sebagai “kenangan”, pada beberapa kenangan yang teramat indah aku lebih keras mengendalikan diri untuk pasrah menerima kenyataan bahwa itu telah berlalu. Mungkin orang lain sudah lupa, atau sengaja melupakan, atau memang tidak cukup indah untuk dikenang baginya.

Sementara kita sendiri susah payah mengendalikan perasaan, khusus untuk kenangan kenangan yang kita jaga agar tidak ada orang yang tahu bahwa kita sebahagia itu. Kita kenal sekali bagaimana air muka yang berubah tegang saat menutup hari, gerakan yang di lambat lambatkan dan perasaan yang di tekan dalam dalam. Bahkan, pada calon kenangan yang kita tahu benar itu teramat singkat, dari awal sudah dibuat yakin bahwa semuanya akan sudah, jadi sudah sudahlah jangan buncah.

Di lain hari, aku suka diam saja untuk melupakan kenangan-kenagan itu. Menjaganya agar tetap menjadi rahasia. Dalam desis yang panjang dan tidak terdengar, aku berterimakasih kepada segalanya. Kepada hari hari yang sudah kita tinggalkan untuk menyambut kenangan yang lain, mungkin dengan orang orang yang sama, atau orang baru yang kita belum tau siapa.

No comments: