Friday, June 10, 2016

Romantisme Sejarah

Salah satu rukun iman adalah iman kepada qodho dan qodhar Allah, mempercayai bahwa takdir yang Allah tetapkan kepada kita adalah semata mata bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Mau itu sulit ataukah mudah, pasti ada hikmah yang bisa kita petik. Yang menjadi pelajaran, pengalaman yang berharga untuk hidup kita. Sementara tujuan kita dihidupkan adalah untuk beribadah kepada Allah, maka segala macam hal yang terjadi dalam hidup ini harus diniatkan untuk itu. Bila tidak ingin sia sia waktu yang akan berlalu.
 
#bijak

Alhamdulillah, dini hari tadi mendapat kabar bahwa informasi lokasi penempatan KKN-KT Unila tahun 2016 sudah keluar di kkn.fkip.unila.ac.id tak ayal, aku langsung saja login dan mencari lokasi aku ditempatkan. Alhamdulillah... Padang Ratu. Ketika melihat dua kata itu di layar handphone, yang ada dalam pikiranku hanya satu. Itu disebelah mananya banjit. Kemudian bbm ibu mengabarkan lokasi KKNku dimana, berharap ada saudara atau kenalan ibu yang tinggal tak jauh dari sana. Dan tentu update pm agar ada yang komentar, Alhamdulillah beberapa ada yang tau lokasi itu dimana, dan memberikan informasi kondisi di lapangan, banyak pesan “Jaga diri ya...", Pasti.

Aku sangat positive menerima takdir ini, tidak ada rasa kuatir sungguhan yang aku rasakan, tidak iri dengan lokasi teman teman, tidak juga iri dengan kawan sekelompok teman teman. Entah apa yang membuat aku yakin betul bahwa ini pasti sesuatu yang sangat menyenangkan. Dimanapun itu, bila mana di desa... aku 22 tahun hidup di desa, kalau dengan teman teman aku tidak kenal, yah... siapa aku. Aku juga bukan mahasiswa terkenal, pasti mereka juga kesulitan membayangkan aku seperti apa, belum lagi perangai ku yang suka asal asalan. Soal kondisi sosial masyarakat...

Ada yang menarik, ada yang membuat aku takjub dengan diriku sendiri. 22 tahun hidup di provinsi lampung, di Negara Indonesia, membuat aku mencintai daerah ini begitu dalam. Rasa cintaku kepada tanah air, dan provinsi ini membuat aku merasa bahwa ada jiwa “ke-Pancasilaan” dalam diriku, aku meyakini bahwa di manapun saudara saudaraku sebangsa dan setanah air berada, aku akan menjunjung tinggi persaudaraan tanpa melihat ras, suku, agama, karena islam mengajarkan kita untuk saling menjaga sesama muslim dan berbuat baik kepada non muslim. Dan pancasila memegang teguh dasar kemanusiaan itu. 

Semoga, 40 hari nanti kami bisa mengabdi dengan sebaik baiknya. Bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, mengenalkan kearifan lokal kepada dunia, dan tentu memberikan kontribusi untuk kemajuan daerah lampung dan negara Indonesia. Terngiang ngiang pidato pak Karno di telingaku yang seolah menyemangati kami yang dititahkan untuk meneruskan perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa, romantis sekali.

No comments: