Wednesday, June 08, 2016

Unspoken 6

Ternyata benar apa kata orang tentang kita tidak akan pernah diakui baik oleh semua orang, akan selalu ada orang orang yang lain pendapatnya. Yang susah kita abaikan. Untuk perkara tentang “kebenaran yang mutlak” saja pasti ada orang orang yang tidak suka, tidak setuju, dan kupastikan bahwa orang yang tidak menyetujuinya jelas orang yang pada saat itu salah persepsi, orang tidak baik, orang yang sedang salah pokoknya.

Apalagi kalau perkaranya sekedar “repost foto orang yang nemu dari account publik ex: account suatu lembaga” lalu terdengar ada keluhan dari orang yang memiliki foto tersebut, sementara kita tahu pihak pertama yang inisiatif mempost foto itu, misal adik (tingkat) sendiri. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dirasakan si adik bila mengetahui tindakan mempost foto itu menjadi suatu yang dianggap kurang baik oleh pemilik foto, sebenarnya aku lebih mengkhawatirkan aku sendiri sih yang merepost hasil post adik itu. Ada rasa curiga pemilik foto akan datang tiba tiba menebas kepalaku, atau menyumpah serapahi. Atau hal hal mengerikan lain yang lebih menyakitkan.

Aku memang lebay, tapi memang inilah yang aku rasakan. Sedih sekaligus kesal bukan main. Kecewa mengapa niat baik adik itu tidak kelihatan ya, sungguh yang dia inginkan tentu adalah hal hal baik yang wajar, yang menurut persepsi ku adalah suatu yang mulia, sometimes aku suka berandai andai menjadi orang yang cukup terkenal dan pantas mendapat perlakuan istimewa. Sayangnya... tidak semua kepala sama yah, yah sedih...

Untuk orang yang mudah terpancing hanya gara gara mendengar kabar dari b yang menyaksikan pemilik foto mengkonfirmasi ke a yang saat itu ada dihadapannya. Sungguh, bulan ramadhan tidak pantas dinodai dengan masalah sampah sepele yang menjijikkan seperti ini

Hikmah dari kejadian ini adalah jangan suka ngobrol dengan b karena banyak rahasia menyakitkan jadi terungkap. Karena b adalah “orang-orang” yang terlalu banyak kesamaan denganku dalam menyukai dan tidak menyukai banyak hal. Terlalu cocok.

No comments: