Ternyata benar apa kata orang tentang kita tidak akan pernah
diakui baik oleh semua orang, akan selalu ada orang orang yang lain
pendapatnya. Yang susah kita abaikan. Untuk perkara tentang “kebenaran yang
mutlak” saja pasti ada orang orang yang tidak suka, tidak setuju, dan
kupastikan bahwa orang yang tidak menyetujuinya jelas orang yang pada saat itu
salah persepsi, orang tidak baik, orang yang sedang salah pokoknya.
Apalagi kalau perkaranya sekedar “repost foto orang
yang nemu dari account publik ex: account suatu lembaga” lalu terdengar ada
keluhan dari orang yang memiliki foto tersebut, sementara kita tahu pihak
pertama yang inisiatif mempost foto itu, misal adik (tingkat) sendiri. Aku tidak
bisa membayangkan apa yang akan dirasakan si adik bila mengetahui tindakan
mempost foto itu menjadi suatu yang dianggap kurang baik oleh pemilik foto,
sebenarnya aku lebih mengkhawatirkan aku sendiri sih yang merepost hasil post
adik itu. Ada rasa curiga pemilik foto akan datang tiba tiba menebas kepalaku,
atau menyumpah serapahi. Atau hal hal mengerikan lain yang lebih menyakitkan.
Aku memang lebay, tapi memang inilah yang aku rasakan. Sedih
sekaligus kesal bukan main. Kecewa mengapa niat baik adik itu tidak kelihatan
ya, sungguh yang dia inginkan tentu adalah hal hal baik yang wajar, yang
menurut persepsi ku adalah suatu yang mulia, sometimes aku suka berandai andai
menjadi orang yang cukup terkenal dan pantas mendapat perlakuan istimewa. Sayangnya...
tidak semua kepala sama yah, yah sedih...
Untuk orang yang mudah terpancing hanya gara gara mendengar
kabar dari b yang menyaksikan pemilik foto mengkonfirmasi ke a yang saat itu
ada dihadapannya. Sungguh, bulan ramadhan tidak pantas dinodai dengan masalah
sampah sepele yang menjijikkan seperti ini
Hikmah dari kejadian ini adalah jangan suka ngobrol dengan b
karena banyak rahasia menyakitkan jadi terungkap. Karena b adalah “orang-orang”
yang terlalu banyak kesamaan denganku dalam menyukai dan tidak menyukai banyak
hal. Terlalu cocok.
No comments:
Post a Comment