Aku baru selesai
mentruasi hari ini, sudah menjadi kebiasaan tiap akan mens aku merasa sedikit
berguncang jiwanya. Ada saja hal yang bisa buat aku nangis, sedih, terharu,
marah, bahkan kadang juga bahagia. Sempat kucari mengapa aku begitu di Google,
apakah ada hubungannya dengan hormone yang diproduksi ketika jadwal mens ku
sudah dekat?
Lalu aku
mendapati diri ini menyesal karena ketika di bangku kuliah tidak kepo saat ada
materi fisiologi hewan tentang sistem endokrin. Seharusnya nanya, karena
membaca sendiri membuat aku bingung dan suka tidak percaya.
Hingga aku dapat
kesempatan mengikuti sebuah seminar tentang thibunnabawi, mulanya aku
underestimate bakal boring dan terlalu kebisnis-bisnisan. Ternyata tidak juga,
aku seperti tengah mengikuti kuliah tentang psikologi sekaligus biologi, mau
bilang kedokteran aku gak tau mereka belajar yang ginian juga gak.
Lalu aku
mendapatkan sebuah jawaban atas apa yang sedang terjadi padaku, sebelum aku
pusing dengan perkara hormone, ada satu hal yang aku lewati saja selama ini. Yaitu…
taqwa.
Alhamdulillah meski
belum kaffah, aku termasuk perempuan yang percaya betul dengan apa saja
yang ada di Al-Quran dan Hadist. Sehingga aku merasa cocok dengan kajian yang
diberikan karena semua berlandaskan syariat islam.
Soal jawaban tadi…
aku menjawab sendiri, mengapa aku masih sering marah. Jawabannya adalah karena
aku kurang bertaqwa dan kurang melibatkan Allah dalam tiap urusanku. Tau ayat
ini “…’ala bidzikrillahi tathmainal quluub” tapi masih suka lupa
mengimplementasikannya. Kesehatan fisik itu merupakan cerminan dari kesehatan
jiwa. Ternyata ada sedikit yang aku ingat tentang endokrin, jadi memang betul
ada hormone yang diproduksi ketika seseorang merasa stress, stress ini dapat
dipicu oleh apapun. Hormone tersebut entah bagaimana nanti akan menekan sistem
kekebalan tubuh sehingga sistemnya tidak mampu berfungsi sebagai mana mestinya,
seseorang yang lemah pertahanan tubuhnya akan kesulitan melindungi diri dari
berbagai ancaman virus, bakteri, bahan kimia, kontak fisik, dan lain sebagainya
yang dapat mengancam kesehatannya.
Aku ingat
hormonenya, ada kortisol lalu adrenalin ada apalagi ya… hmm lupa.
Maka penting
sekali untuk selalu dalam kondisi sadar bahwa hidup dan mati ini dalam
kekuasaan Allah, kita tidak hidup begitu saja. Ada yang mengendalikan, ada yang
mengawasi, tidak perlu takut tidak perlu bingung, tidak perlu sering stress. Allah lagi dan Allah terus.
Selamat ya ridha,
insyaa Allah 43 hari lagi akan menikah. Jangan lupa banyak belajar tentang
bagaimana islam mengatur pernikahan. Semoga, senantiasa ingat dan taat pada
Allah.