Berenang itu menyenangkan ya,
apalagi kalau dilakukan di pagi hari yang mendung. Air di kolam renang jadi
dingin. Sehingga aku tidak item-an. That’s the point.
Tapi jadi orang yang “dingin” itu
kurang menyenangkan, karena kesan yang dibawanya selain dingin adalah diam-diam
galak, diam-diam pendendam, diam-diam pengen ngelabrak, diam-diam terlalu
banyak menyimpan rahasia. fhhh.
Tapi terlalu periang hingga
mengecilkan suara orang lain juga gak enak dilihatnya, karena terlalu berisik
jadi orang lain tidak ketara, orang lain hanya hidup sebagai bayangan. Itu kadang
menjadi penyakit bagi yang lain, alangkah serunya kalau riang untuk meriangkan
orang lain.
Kembali ke kolam renang dan suka ku
pada berenang. Berenang itu memasukkan kepala ke dalam air, apa yang terbayang?
Tenang… kadang juga gelisah, tapi banyak heningnya. Membayangkan apa yang
terjadi di luar sana dengan kuping yang tidak mendengar suara, hanya gambar,
hanya faktanya. Media refleksi, relaksasi, media melarikan diri.
Berenang itu seperti halnya makan mi
ayam, enak.
Ini adalah kolam berenang “Tirto
Asri” di Gading Rejo. Selain kolam berenang, ada taman dan wahana bermain yang
cukup seru. Kapan-kapan ajak si Ghaisan ke sini, ah.
Ini pose berayun, untuk dapat 1 foto yang menurutku pas harus berkali kali cekrek, cek dulu, cekrek, cek dulu si Lupi. Hehe.









No comments:
Post a Comment