Friday, March 03, 2017

Merendam Kepala

Berenang itu menyenangkan ya, apalagi kalau dilakukan di pagi hari yang mendung. Air di kolam renang jadi dingin. Sehingga aku tidak item-an. That’s the point.

Tapi jadi orang yang “dingin” itu kurang menyenangkan, karena kesan yang dibawanya selain dingin adalah diam-diam galak, diam-diam pendendam, diam-diam pengen ngelabrak, diam-diam terlalu banyak menyimpan rahasia. fhhh. 

Tapi terlalu periang hingga mengecilkan suara orang lain juga gak enak dilihatnya, karena terlalu berisik jadi orang lain tidak ketara, orang lain hanya hidup sebagai bayangan. Itu kadang menjadi penyakit bagi yang lain, alangkah serunya kalau riang untuk meriangkan orang lain.

Kembali ke kolam renang dan suka ku pada berenang. Berenang itu memasukkan kepala ke dalam air, apa yang terbayang? Tenang… kadang juga gelisah, tapi banyak heningnya. Membayangkan apa yang terjadi di luar sana dengan kuping yang tidak mendengar suara, hanya gambar, hanya faktanya. Media refleksi, relaksasi, media melarikan diri.

Berenang itu seperti halnya makan mi ayam, enak. 

Ini adalah kolam berenang “Tirto Asri” di Gading Rejo. Selain kolam berenang, ada taman dan wahana bermain yang cukup seru. Kapan-kapan ajak si Ghaisan ke sini, ah. 
























Ini pose berayun, untuk dapat 1 foto yang menurutku pas harus berkali kali cekrek, cek dulu, cekrek, cek dulu si Lupi. Hehe.

No comments: