Alhamdulillah…
Kita patut bersyukur atas kesempatan
yang diberikan Allah untuk bertemu dengan Ramadhan lagi, bulan yang penuh
berkah dan ampunan. ini adalah momen sacral yang tidak bisa dilewatkan begitu
saja, harus punya list resolusi untuk diwujudkan.
Tidak dipungkiri, euphoria ramadhan
ketika usia lanjut seperti ini sudah berbeda dengan beberapa tahun silam, aroma
dan rasanya lain. Dulu, yang aku ingat tiap menjelang ramadhan adalah deg-degan
senang… senang-senangnya anak-anak. Berbeda dengan yang aku rasakan sekarang,
wajar sudah agak lebih dewasa.
Aku merasa senang, dan haru… tapi
sedikit khawatir. Khawatir ramadhan ini tidak optimal, lalu lewat bak bulan
biasa tanpa ada habbit baru yang terbentuk, sementara di lain hari suka
mengaduh karena hidup begini saja tidak maju-maju.
Maka, penting sekali memenejemen
waktu pada ramadhan dengan rinci, tiap step harus mengandung purpose yang
jelas, semua harus berlandaskan pada bekal untuk hidup yang lebih kekal.
Mewanti-wanti ramadhan tahun depan tidak berjumpa lagi.
Contohnya 30 day thigh slimming
challenge, apa tujuannya? Supaya punya shape terbaik untuk dipersembahkan
kepada calon suami sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. usahakan benar
niatnya, kalau bisa setiap hembusan nafas itu terhitung sebagai ibadah untuk
menggapai keridhoan Allah.
Alhamdulillah, puasa jadi bijak
sekali.
No comments:
Post a Comment