Tuesday, July 25, 2017

"Ada" Saja

Sejak jumat lalu adikku Luthfi terserang DBD, dan sampai hari ini masih dirawat di rumah sakit Mitra Husada Pringsewu. Selama di rumah sakit, Ibu dan aku menemaninya menginap, dan selama itu pula aku merasakan hal-hal yang tidak biasa. Mulanya aku menawarkan diri untuk menjaga Luthfi sendirian, supaya Ibu dapat berangkat ke sekolah seperti biasanya. Tapi, atas saran Bapak sebaiknya Ibu juga menginap. Semalam pertama, aku baru sadar akan apa yang tengah aku hadapi, malam pertama di rumah sakit suhu badan adikku tinggi dan badannya menggigil, wajahnya pucat mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan apa yang bisa aku lakukan jika hanya sendirian, karena nyatanya sepanjang malam Ibu-lah yang terjaga untuk adikku.

Begitulah Ibu.

Lalu, malam-malam selanjutnya juga begitu. Sampai 2 malam lalu adikku sudah mulai tidur mendengkur seperti biasanya ketika sehat, secara biology mendengkur ini bukan indikator sehat, justru… tapi Ibu dan aku cukup lega karena mungkin ini pertanda adikku mulai pulih. Namun, sampai hari ini trombositnya makin menurun, meski terlihat sehat, namun sebenarnya dia sedang dalam fase kritis, dokter menyarankan agar kami terus berupaya menjalankan anjuran-anjuran dokter. 

Kalau saja aku sudah kompre, mungkin aku tengah membantu ibu menjaga Adikku, yah untuk sekedar membelikan makan malam atau menghabiskan makanan dari saudara-saudara yang membesuk. Aku tidak banyak perannya, hanya ada disana. Tapi, makin besar kami, justeru “ada”-lah yang paling kami harapkan. Semenatara aku dikosan, kini aku merasakan kesepian.

Hari ini baik, besok harus lebih baik.

No comments: