Saturday, September 23, 2017

Sempat Tertunda 3 Minggu, Sidang Kompre Mahasiswa Ini Ditutup dengan Haru

Sebetulnya cerita ini akan aku buat ala rilis berita, tapi pasca siding aku terlalu excited pengen sharing dan gak sempet lagi buatnya. Buat mengabadikan kisah itu, aku mau cerita ah soal skripsiku.

Pada suatu hari pada semester yang ada mata kuliah metodologi penelitian pendidikan, aku bersama kelima temanku bisik-bisik soal rencana bertim untuk mulai menulis skripsi. Waktu itu ada Aku, Nala, Meita, Adam, Kinasih dan Aulia. Itu formasi geng, kecuali Aulia. Aulia bergabung atas saran Kinasih yang kemudian kami berempat setujui, Aulia adalah anak baik yang pinter banget, kami berharap bisa dibimbing dan dimonitor oleh si Ukhti satu ini. Oke, sepakat kami berenam mengajukan diri sebagai tim peneliti dan siap meminang para dosen menjadi pembimbing kami, waktu itu kami berencana meminang Dr. Tri Jalmo, M.si dan Ibu Rini Rita T. Marpaung, selain dosbing kami juga sudah buat rancangan jadwal tahap demi tahap penggarapan skripsi ini, kalau itu bulan Mei, kami berencana seminar proposal September, penelitian Oktober, seminar hasil November, dan InsyaaAllah kompre Desember. Rencanya kami mau wisuda bulan Januari 2017.

Hahahaha.

Itu rencana enam orang mahasiswa yang berapi-api menyelesaikan studi dengan proses yang ideal, penuh kelancaran dan kebahagiaan. Lalu pada bulan Juli (2 bulan setelah rakor pertama) kami KKN, sibuk dengan kisah KKN masing-masing. Rencana observasi di sekolah PPL berubah jadi euphoria guru baru yang masih galau galaunya mau jadi guru yang gimana. Lepas KKN, rencana September kandas.

Semua jadi diluar dugaan.

Tim skripsi tahun ini ditentukan oleh prodi, disesuaikan dengan anak bimbingan PA. Hanya kinasih yang se-PA denganku, rencana kami gagal semua. Dari sini, aku mulai sibuk sendiri, aku jalani hari demi hari yang saat itu aku rasa sangat kesal dan berat hingga target wisuda januari berubah jadi maret karena pada akhirnya baru 11 Januari aku seminar proposal. 

Setelah satu tahap terlewati, aku revisi cukup lama. Pada februari baru bisa penelitian, lalu menulis hasil, dan nyatanya menulis hasil ini lama banget… Maret-April-Mei. 3 bulan lebih, dan baru seminar hasil di Juni, 5th. Maka target wisuda mundur ke Juli…

Rupanya ada badai satu lagi, jurnal. Target mundur jadi wisuda September. Masa menulis dan revisi jurnalku cukup lama, mulai dari pasca semhas sampai di acc ke-lima reviewer dan dekanat itu di minggu ke tiga agustus (2 bulan lebih). Lalu menjadwal kompre di August 23th, tapi gagal dan mundur sampai 3 minggu kemudian di September, 15th 2017. Masyaa Allah.

Sebuah perjalanan yang panjang… yang lama. Yang telah menguras keringat dan air mata. Dari target Januari, Maret, Juli hingga September. Sebuah target yang tidak terealisasi di bulan tujuan, tapi “Semua akan di wisuda pada waktunya”. Proses ini sungguh bukan main rasanya, mengingat semua yang sudah berlalu aku ingin tertunduk hormat kepada semua sarjana yang telah melewati masa-masa penuh perjuangan seperti ini. Kadang melewati masa senang dan masa sedih, masa semangat dan masa letih, masa riang dan masa bosan, masa ramai dan kesepian. Tak hanya itu, masa-masa lain rasanya semua ada dan dialami. Semua rasa pernah dilewati. 

Terimakasih ya Allah, hidup ini sungguh asik!

No comments: