Sebetulnya cerita ini akan aku buat
ala rilis berita, tapi pasca siding aku terlalu excited pengen sharing dan gak
sempet lagi buatnya. Buat mengabadikan kisah itu, aku mau cerita ah soal
skripsiku.
Pada suatu hari pada semester yang
ada mata kuliah metodologi penelitian pendidikan, aku bersama kelima temanku
bisik-bisik soal rencana bertim untuk mulai menulis skripsi. Waktu itu ada Aku,
Nala, Meita, Adam, Kinasih dan Aulia. Itu formasi geng, kecuali Aulia. Aulia
bergabung atas saran Kinasih yang kemudian kami berempat setujui, Aulia adalah
anak baik yang pinter banget, kami berharap bisa dibimbing dan dimonitor oleh
si Ukhti satu ini. Oke, sepakat kami berenam mengajukan diri sebagai tim
peneliti dan siap meminang para dosen menjadi pembimbing kami, waktu itu kami
berencana meminang Dr. Tri Jalmo, M.si dan Ibu Rini Rita T. Marpaung, selain
dosbing kami juga sudah buat rancangan jadwal tahap demi tahap penggarapan
skripsi ini, kalau itu bulan Mei, kami berencana seminar proposal September,
penelitian Oktober, seminar hasil November, dan InsyaaAllah kompre Desember.
Rencanya kami mau wisuda bulan Januari 2017.
Hahahaha.
Itu rencana enam orang mahasiswa
yang berapi-api menyelesaikan studi dengan proses yang ideal, penuh kelancaran
dan kebahagiaan. Lalu pada bulan Juli (2 bulan setelah rakor pertama) kami KKN,
sibuk dengan kisah KKN masing-masing. Rencana observasi di sekolah PPL berubah
jadi euphoria guru baru yang masih galau galaunya mau jadi guru yang gimana.
Lepas KKN, rencana September kandas.
Semua jadi diluar dugaan.
Tim skripsi tahun ini ditentukan
oleh prodi, disesuaikan dengan anak bimbingan PA. Hanya kinasih yang se-PA
denganku, rencana kami gagal semua. Dari sini, aku mulai sibuk sendiri, aku
jalani hari demi hari yang saat itu aku rasa sangat kesal dan berat hingga
target wisuda januari berubah jadi maret karena pada akhirnya baru 11 Januari
aku seminar proposal.
Setelah satu tahap terlewati, aku
revisi cukup lama. Pada februari baru bisa penelitian, lalu menulis hasil, dan
nyatanya menulis hasil ini lama banget… Maret-April-Mei. 3 bulan lebih, dan
baru seminar hasil di Juni, 5th. Maka target wisuda mundur ke Juli…
Rupanya ada badai satu lagi, jurnal.
Target mundur jadi wisuda September. Masa menulis dan revisi jurnalku cukup
lama, mulai dari pasca semhas sampai di acc ke-lima reviewer dan dekanat itu di
minggu ke tiga agustus (2 bulan lebih). Lalu menjadwal kompre di August 23th,
tapi gagal dan mundur sampai 3 minggu kemudian di September, 15th
2017. Masyaa Allah.
Sebuah perjalanan yang panjang… yang
lama. Yang telah menguras keringat dan air mata. Dari target Januari, Maret,
Juli hingga September. Sebuah target yang tidak terealisasi di bulan tujuan,
tapi “Semua akan di wisuda pada waktunya”. Proses ini sungguh bukan main
rasanya, mengingat semua yang sudah berlalu aku ingin tertunduk hormat kepada
semua sarjana yang telah melewati masa-masa penuh perjuangan seperti ini.
Kadang melewati masa senang dan masa sedih, masa semangat dan masa letih, masa
riang dan masa bosan, masa ramai dan kesepian. Tak hanya itu, masa-masa lain rasanya
semua ada dan dialami. Semua rasa pernah dilewati.
Terimakasih ya Allah, hidup ini sungguh asik!

No comments:
Post a Comment