Apa yang sebetulnya adinda inginkan?
Hidup bebas tak ada beban, menjadi teman baik untuk seseorang. Tidak hidup
sekali ya begini? Minimal seseorang harus punya satu rutinitas kerja yang dapat
digunakan untuk bercerita, mendapat uang, dan menjadi alasan tidak bisa pergi
semau-maunya. Seseorang yang hidup harus punya satu yang seperti itu, itu baru
namanya lengkap.
Ah, adinda tidak punya.
Gimana nih? Aku takut. Aku takut
karena sampai hari ini tidak punya keinginan apa-apa, tidak punya rencana
apa-apa, hanya sedang menunggu saja. Tau tidak apa yang adinda tunggu? Kayaknya
ada, tapi tidak yakin dengan semuanya. Terlalu mengandalkan sesuatu. Adinda tidak tau menunggu apa.
Lalu, apa yang sebetulnya adinda
inginkan?
Aku ingin… segera mapan secara
batin. Aku dibayang-bayangi dengan tidak bisa lagi senang-senang, tidak libur
banyak, aku takut sibuk dan terikat. Tapi bebas begini juga menyesakkan
ternyata. Huhu, adinda pusing.
Oke, mari kita serius. Mari kita
benar-benar bicara dari hati ke hati tentang apa yang sesungguhnya aku
inginkan? Jujur saja, katakanlah yang sebenarnya? Apa yang kamu inginkan?
Saat ini aku ingin bekerja di sebuah
ruangan ber-AC, dari jam 9.00-15.00, dari senin sampai jumat dengan id card
dan baju seragam, agar tidak bingung akan pakai baju apa hari ini besok dan
lusa. Tidak dengan kontrak, hanya semau aku saja sampai kapan kerjanya. Kayaknya
seru. Tapi dimana ya… tapi aku takut sama orang-orang.