Kapan pertama kali kamu membuat
keputusan yang dampaknya besar dan lama? Aku lupa, tapi salah satu yang aku
pernah lakukan tentang ini adalah memutuskan sekolah dimana. Aku punya kenangan
pahit soal memilih sekolah, rasanya cuma saat TK saja aku berjalan bangga
menyandang gelar murid. Setelahnya yang aku ingat semua jadi serba malu-maluin.
Sekolah kemudian menyumbang pengaruh
pembentukan karakter, kalau boleh aku menyalahkan. Entah datang dari mana,
sejak SD aku mengalami kejadian direndahkan karena bersekolah dimana, aku jadi
tak PD dengan diriku sendiri. Menjadi paling memilukan saat SMP dan SMA, sering
aku berandai andai bila aku tidak terpaksa sekolah di SMP tentu SMA dan hidupku
saat ini lebih keren. Itu saja.
Kemudian aku menjumpai hari ini,
hari-hari sama yang banyak khawatir. Aku memutuskan untuk hidup dengan santai,
apa yang ada di film korea tentang seseorang yang berpesan “kamu tidak perlu
khawatir, aku akan menjagamu” ku percaya dengan serta merta. Bedanya, kalau di
korea si penerima pesan itu akan tetap menjalankan hidupnya dengan penuh
waspada, tetap membangun hidupnya sendiri. Sayang, aku percaya mentah-mentah,
kutelan sebulat itu dan kini kutau aku salah pilih sikap.
Meski aku tau aku telah salah, aku
terlanjur malas bangun. Padahal begitu banyak tekanan untuk itu. Dan yang ingin
kusampaikan adalah, jangan gitu atau bertanggung jawablah.
No comments:
Post a Comment