Monday, November 20, 2017

Jadi Cerita

Aku senang bercocok tanam, melihat biji yang kusemai berkecambah membuat hatiku bedebar-debar. Selain itu, aku suka tak malu pergi ke rumah orang untuk meminta bibit tanamannya, sudah minta ngambilnya banyak. Hehe

Lalu saat aku sedang akan bercocok tanam pagi-pagi, ada tetangga ku Mbah Karsini datang kerumah, beliau mencariku. Ada apa? Masyaa Allah, beliau menyuruhku datang dan mengambil jambu air putih di rumahnya. Tau betul aku gemar metis, ah surgaaa. Pekarangan rumah Mbah Karsini sudah dari dulu indah dipenuhi macam-macam tanaman. Ingat sekali aku saat masih kecil suka terkagum-kagum dengan bunga yang sedang mekar, aneh-aneh bunganya, cantik warna warni. Maka, tak lupa aku minta juga bibit di beliau, minta buahnya juga.

Setelah berterima kasih, aku ingat ingin sekali menanam daun sirih. Daun sirih di rumah habis kena tebang bapak saat itu, pergilah aku ke rumah pakdeku untuk meminta bibitnya, tapi berhubung sudah tidak punya lagi, aku disuruh mencoba ke tetangga depan rumahnya yang ada tanaman sirih. Malu-malu aku memanggil dan meminta, sudah dibolehkan Ibunya Mbak Riska, aku mengmabil banyak, dan ketika pamit aku dioleh-olehi mangga yang kemudian kutau rasanya legit, enak banget! 

Tak henti-hentinya aku ber-Alhamdulillah di jalan pulang, aku tersentuh sekali. Waktu itu pulang lari pagi aku juga pernah iseng nyapa dan dipetikkan mangga (saat aku benar benar pengen metis dan belum musim buah di rumah), lalu ini aku di beri mangga yang sama yang sudah matang. Orang-orang baik. Orang-orang yang sangat baik.

Lalu aku belajar tentang pemberian, bahwa ada ketika orang lain betul-betul membutuhkan, memberi ketika orang lain begitu pengen adalah sesuatu yang sangat indah. Sangat indah. Menjadi yang tidak disangka-sangka, baik tanpa kenal siapa.

No comments: