Saturday, October 28, 2017

Ziarah Kubur

Hari ini listrik padam dari siang sampai menjelang magrib, sehingga aku terkantuk-kantuk ketika membaca buku “Menjelajah Alam Roh” karena langit di teras rumah mulai gelap. Lalu aku melipir ke kamar untuk membaringkan badan, nguap-nguap mencoba tidur tapi tidak sampai pulas, sehingga perutku kembung saat dipaksa bangun.

Sekarang ini aku memang sedang tidak punya kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran, semua kegiatan yang kujalani sangat santai dan penuh hiburan. Menanam sayuran, membuat pupuk, memasak nasi goreng, mengerjakan soal matika SMP, nonton film, hmmm. Karena tidak terbiasa dengan suasana yang seperti ini, aku jadi suka merasa bersalah, senang memang tapi pasti ada sesuatu yang lebih seru untuk diselesaikan.

Anyway, setelah aku perhatikan pundak ini memang agak membungkuk kedepan, mungkin karena kebiasaan yang salah ketika duduk atau berjalan. Nah, mungkin ini salah satu perbaikan yang akan aku lakukan mulai sekarang, membetulkan posisi pundak. Posisi stand up princess.

Oya, Aku punya cerita duka temanku kemarin. Tragedi kecelakaan maut yang menimpa calonnya sehingga kini mereka tidak lagi berada di alam yang sama. Cerita ini sungguh tragis, sedih, dan dekat. Bagaimana mungkin, malam itu di grub kampung Purworejo heboh dengan adanya kecelakaan di jalan depan Kompi Gedong Tataan, sempat aku lihat foto korban dengan posisi tengkurep dan innalillahiwainnailaihirajiuun itu tersebar. Saat itu aku hanya mengira-ngira siapa mungkin orang jauh, namun paginya kaget karena ia adalah calon temanku yang sama-sama tinggal di pesawaran. Ya Allah.

Kemudian siangnya aku bersama beberapa teman bertakziah dan mendengar langsung bagaimana kronologi kecelakaan serta kisah yang mengiringinya. Hatiku nyeri. Temanku masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan, barusan semalam. Wah. Aku terus menyimak sambil berkali kali istighfar. Maut… maut… kita tidak pernah tau kapan datang. Sebelumnya aku juga pernah bertakziah ke beberapa teman sepantaran atau adik tingkat. Ternyata meninggal mah bisa pas muda ya, bisa kapan saja. 

Aku tak berlama-lama disana, sebelum pulang kami mampir ke pusara beliau untuk berziarah kubur. Ternyata berziarah seperti itu akan lebih terasa nyatanya kalau memang kita bakal wafat suatu hari nanti. Sudah lama aku tak begini. Saat melihat kuburan, saat melihat bebungaan, terbayang bagaimana nanti kita akan sendirian. Menghadapi pertanyaan malaikat, mempertanggung jawabkan amalan di dunia ini, mempertanggungjawabakan kelakuan yang pernah kurang ajar. Ya Allah… semoga aku khusnul khotimah, semoga kita semua khusnul khotimah.

No comments: