Malam ini aku bermimpi mengantar kue untuk Om Nazar di Pringsewu, dengan perintah yang tidak begitu jelas aku meminta
tolong pada omku yang tidak betul-betul aku kenali siapa untuk mengantar ke
rumah Om Nazar. Pesannya yang kutangkap adalah “letakkan di kulkas supaya awet,
atau makan langsung habiskan”.
Berangkatlah aku ke rumah Om Nazar,
aku seperti sudah tau lokasinya karena sering ikut Ibu berkunjung ke rumah
saudara-saudara di Pringsewu. Rumah yang aku tuju ini begitu pringombo, tanah
berpasir dengan bau suasana yang khas. Dalam benakku, Om Nazar adalah anak mbah
siapa yang pasti tidak kotor. Sesampainya aku di rumah tujuan, aku bertemu
dengan beliau yang sedang dandan motor di bengkel pinggir jalan yang
hitam dan berdebu. Setelah ku pastikan itu Om Nazar, aku berikan kotak kue dan
menyampaikan intruksi “letakkan di kulkas supaya awet, atau makan langsung
habiskan”.
Om nazar
berterima kasih, beliau bilang uangnya di ..... (aku tak ingat namanya) yang di
benakku adalah sebuah rumah di sidototo. Aku tersenyum dan izin pamit pada om nazar dan dilepas
dengan senyum yang riang, tapi aneh.
Apakah aku pulang mengambil uang?
Sepertinya tidak karena setelahnya lain cerita.
Saat aku terbangun, aku
bertanya-tanya siapa Om Nazar? Aku tidak pernah kenal. Kepalanya gundul dan
matanya sipit, dia mirip babah tembong yang punya toko snack dan sembako di pasar Gadingrejo. Kenapa aku bermimpi Pringsewu? Mimpi di rumah embah? Mimpi mengantar
kue? Mimpi yang misterius.
No comments:
Post a Comment