Sunday, October 22, 2017

Dunia Lain

Malam ini aku bermimpi mengantar kue untuk Om Nazar di Pringsewu, dengan perintah yang tidak begitu jelas aku meminta tolong pada omku yang tidak betul-betul aku kenali siapa untuk mengantar ke rumah Om Nazar. Pesannya yang kutangkap adalah “letakkan di kulkas supaya awet, atau makan langsung habiskan”.

Berangkatlah aku ke rumah Om Nazar, aku seperti sudah tau lokasinya karena sering ikut Ibu berkunjung ke rumah saudara-saudara di Pringsewu. Rumah yang aku tuju ini begitu pringombo, tanah berpasir dengan bau suasana yang khas. Dalam benakku, Om Nazar adalah anak mbah siapa yang pasti tidak kotor. Sesampainya aku di rumah tujuan, aku bertemu dengan beliau yang sedang dandan motor di  bengkel pinggir jalan yang hitam dan berdebu. Setelah ku pastikan itu Om Nazar, aku berikan kotak kue dan menyampaikan intruksi “letakkan di kulkas supaya awet, atau makan langsung habiskan”.

Om nazar berterima kasih, beliau bilang uangnya di ..... (aku tak ingat namanya) yang di benakku adalah sebuah rumah di sidototo. Aku tersenyum dan izin pamit pada om nazar dan dilepas dengan senyum yang riang, tapi aneh.

Apakah aku pulang mengambil uang?

Sepertinya tidak karena setelahnya lain cerita.

Saat aku terbangun, aku bertanya-tanya siapa Om Nazar? Aku tidak pernah kenal. Kepalanya gundul dan matanya sipit, dia mirip babah tembong yang punya toko snack dan sembako di pasar Gadingrejo. Kenapa aku bermimpi Pringsewu? Mimpi di rumah embah? Mimpi mengantar kue? Mimpi yang misterius.

No comments: