Friday, October 13, 2017

Salah Sangka

Aku sudah tamatkan hidupku bagian yang "suka mengira-ngira". Tak mau lagi aku mengira ini dan itu, apalagi soal diriku sendiri. Akhir-akhir ini baru kusadari betul bahwa perkiraanku terhadap diriku sendiri nyatanya meleset. Hampir semua.

Bayangkannn (penekanan kuat pada kata ini), pada diriku sendiri saja meleset? Dan baru kusadari setelah hampir habis usia 23 tahunku. Miris aku membayangkan selama ini hidup dalam perkiraan yang salah terhadap diri sendiri.

Kukira, aku mahal.

Sungguh. Kukira aku adalah perempuan ajaib yang terlahir penuh dengan kemegahan dan kecerdasan yang tak banyak orang punya. Aku mengira bahwa aku adalah si kreatif yang sekaligus sistematis dan dermawan, pokoknya ku kira diriku ini hebatlah, mahal.

Nyatanya… tidak.

Pantas aku sering merasa ada yang tidak beres pada persepsiku ini selama hidup bertahun-tahun lamanya. I'am not the special one. Aku mah biasa. Malah terlampau biasa, ternyata.

Tabiatku yang tempramen, yang pendengki lagi pendendam, aku yang overacting, dan palsu. Aku mengira hebat dalam balutan kemurahan ini.

Belum ada air mata, belum sampai pada titiknya. Namun aku sudah kesal bukan main, aku kecewa dan malu, lebih banyak kecewa yang disertai marah, dan seperti lagu lamaku, marah ini tak hanya pada diri sendiri, tak hanya karena salah mengira, aku ikut-ikutan marah pada yang lain, yang membuatku semakin marahan dan murahan.

Lalu, sampai aku pada keputusan dan keputusasaan.

Aku tidak mau punya "pengen apa-apa". Akan kujalani hidup begitu saja. Aku tidak akan lagi memaksa cerita. 

Hahahahaha.

No comments: