Sial,
akhir-akhir ini gw suka
ngerasa slek sama orang, dan saat kesel gini gw pengen mengucapkan
sumpah serapah
sejadi-jadinya, di blog. Iya, pengecut. Anyway, kata pepatah kalau
banyak orang yang bermasalah sama kita,
tandanya ada yang salah dengan diri kita sendiri, gw setuju. Ada yang
bermasalah dengan diri gw, hubungan gw dengan diri gw sendiri
bermasalah, kata orang gw termasuk yang rendah sekali tingkat kecerdasan
interpersonal dan intrapersonalnya, sehingga gw jadi
gak easy going sama orang lain.
Berawal dari rundingan mau kondangan
ke sunbae yang kemaren udah gw ceritakan, sejak tau gw gak bisa berangkat sama
siapa-siapa, gw udah memutuskan nitip aja tapi gak inisiatif mengumpulkan
titipan. Hingga semalam ada temen gw yang melakukannya dan saat itu gw sedang
dalam kondisi udah gak niat lagi mau dateng. Bla, bla, bla terjadinya gw
menulis “jangan di paksain…” lalu ditanggapi siapa yang maksa? Berantem juga
nih gw? Lah.
Tanpa melihat sudut pandang yang
lain, karena nampaknya gw juga tidak dipikirkan dan gak sempet banyak
menjelaskan karena pasti gak ada excuse, gak ada ampun. Jadi gw jelasin aja
disini, gw gak sadar kalau kata “maksa” adalah kata yang sensitive, padahal
maksud gw cuma biarkan kalau ada yang mau pergi dengan caranya, as simpe as
that. But humans are complex ya? you said.
So, terimakasih karena sudah jadi yang
berjasa melakukan hal-hal baik, I appreciate that. Gak akan gw komentari
caranya, gak akan gw kritik. However, gw kan gak solutif, eh supportif. You’re
all perfect girls.
No comments:
Post a Comment