Friday, October 27, 2017

Ngomongin Hubungan

Sial, akhir-akhir ini gw suka ngerasa slek sama orang, dan saat kesel gini gw pengen mengucapkan sumpah serapah sejadi-jadinya, di blog. Iya, pengecut. Anyway, kata pepatah kalau banyak orang yang bermasalah sama kita, tandanya ada yang salah dengan diri kita sendiri, gw setuju. Ada yang bermasalah dengan diri gw, hubungan gw dengan diri gw sendiri bermasalah, kata orang gw termasuk yang rendah sekali tingkat kecerdasan interpersonal dan intrapersonalnya, sehingga gw jadi gak easy going sama orang lain.

Berawal dari rundingan mau kondangan ke sunbae yang kemaren udah gw ceritakan, sejak tau gw gak bisa berangkat sama siapa-siapa, gw udah memutuskan nitip aja tapi gak inisiatif mengumpulkan titipan. Hingga semalam ada temen gw yang melakukannya dan saat itu gw sedang dalam kondisi udah gak niat lagi mau dateng. Bla, bla, bla terjadinya gw menulis “jangan di paksain…” lalu ditanggapi siapa yang maksa? Berantem juga nih gw? Lah.

Tanpa melihat sudut pandang yang lain, karena nampaknya gw juga tidak dipikirkan dan gak sempet banyak menjelaskan karena pasti gak ada excuse, gak ada ampun. Jadi gw jelasin aja disini, gw gak sadar kalau kata “maksa” adalah kata yang sensitive, padahal maksud gw cuma biarkan kalau ada yang mau pergi dengan caranya, as simpe as that. But humans are complex ya? you said.

So, terimakasih karena sudah jadi yang berjasa melakukan hal-hal baik, I appreciate that. Gak akan gw komentari caranya, gak akan gw kritik. However, gw kan gak solutif, eh supportif. You’re all perfect girls.

No comments: