Tuesday, October 17, 2017

Hanya Sudut Pandang

Dulu aku suka heran dengan orang yang gemar menggunakan make-up yang terlihat tebal dan tidak bagus. Aku menilai hal tersebut berlebihan, murah, dan gak aku banget. Buat apa sih?

Lambat laun… ya begini lah hidup. Apa-apa yang ditanyakan kemudian terjawab. Ada yang melalui pengalaman orang lain, ada juga yang menimpa diri sendiri. Soal make-up ini, aku tau sendiri, ceritaku sendiri.

Make-up bukanlah sesuatu yang mengerikan lagi bagiku, kini aku punya satu dari sekian kemuangkinan jawaban mengapa orang menggunakan make up. Ini tentang aku.

Hidup semakin tua membuat aku sadar bahwa pepatah “orang cantik, setengah masalah hidupnya selesai” adalah nyata, benar adanya. Aku setuju tuh, whatever apa yang orang akan nasihatkan padaku. Coba liat di mana-mana, orang cantik selalu special, selalu. Apalagi pas aku KKN, hmmm.

Mungkin yang gak setuju dengan ini adalah orang-orang yang cantik atau merasa cantik. Dia gak tau rasanya jelak, jelak dan terasing di masyarakat, jelek dan susah nyari kerja, jelek di lingkungan orang-orang yang menganggap jelek adalah aib.

Maka dengan latar belakang yang lebih mengerikan dan menyakitkan itu, aku tau bahwa make-up adalah the way to bertahan hidup. Menutupi bibir dan muka yang hitam, conturing, dll yang pokoknya mah biar agak mirip sama anak-anak cantik nan special.

Hidup ini susah bro, jangan banyak komentar. Jangan banyak melarang. 

Ku yakin, dengan cantik hidup orang mungkin akan lain. Lebih berharga, bedalah pokoknya.

Jadi, untuk laki-laki manapun yang sok yes bilang aiueo, omong kosong!

1 comment:

Hanna said...

HAAHAHAHAHAHAHAHA😂😂😂