Dulu aku suka heran dengan orang
yang gemar menggunakan make-up yang terlihat tebal dan tidak bagus. Aku menilai
hal tersebut berlebihan, murah, dan gak aku banget. Buat apa sih?
Lambat laun… ya begini lah hidup. Apa-apa
yang ditanyakan kemudian terjawab. Ada yang melalui pengalaman orang lain, ada
juga yang menimpa diri sendiri. Soal make-up ini, aku tau sendiri, ceritaku
sendiri.
Make-up bukanlah sesuatu yang
mengerikan lagi bagiku, kini aku punya satu dari sekian kemuangkinan jawaban
mengapa orang menggunakan make up. Ini tentang aku.
Hidup semakin tua membuat aku sadar
bahwa pepatah “orang cantik, setengah masalah hidupnya selesai” adalah nyata, benar adanya. Aku setuju
tuh, whatever apa yang orang akan nasihatkan padaku. Coba liat di mana-mana, orang
cantik selalu special, selalu. Apalagi pas aku KKN, hmmm.
Mungkin yang gak setuju dengan ini
adalah orang-orang yang cantik atau merasa cantik. Dia gak tau rasanya jelak,
jelak dan terasing di masyarakat, jelek dan susah nyari kerja, jelek di lingkungan
orang-orang yang menganggap jelek adalah aib.
Maka dengan latar belakang yang
lebih mengerikan dan menyakitkan itu, aku tau bahwa make-up adalah the way to
bertahan hidup. Menutupi bibir dan muka yang hitam, conturing, dll yang
pokoknya mah biar agak mirip sama anak-anak cantik nan special.
Hidup ini susah bro, jangan banyak
komentar. Jangan banyak melarang.
Ku yakin, dengan cantik hidup orang mungkin akan lain. Lebih berharga, bedalah pokoknya.
Jadi, untuk laki-laki manapun yang sok yes bilang aiueo, omong kosong!
1 comment:
HAAHAHAHAHAHAHAHA😂😂😂
Post a Comment