Adalah mahasiswa yang baru lulus
kompre.
Satu bulan lamanya ia mengurus
administrasi wisuda, mulai dari jatuh bangun cetak skripsi sampai lari sana
lari sini mengejar waktu agar segera usai, supaya bisa kerja, kerja di dekat
rumah.
Lepas dari status mahasiswa, aku
lalu bingung. Sebetulnya tidak, hanya tidak berani bilang kepada Ibu dan Bapak
bahwa aku ingin istirahat sejenak, sejenak saja. Aku ingin leha-leha di rumah,
menyapu dan menanam cabai. Amboi rasanya.
Tapi nampaknya bukan ini cita-cita
kedua orang tuaku menyekolahkan sampai sarjana. Keinginanku bermanja ria pupus
sudah.
Maka senin besok aku bertekad untuk
mulai mencari kerja. Bismillahirahmanirahim…
Aku belum tau benar pekerjaan
seperti apa yang aku inginkan. Aku tidak punya persiapan apa-apa selain berkas
dalam map coklat tanda pelamar. Satu-satunya alasan aku mencari kerja adalah
supaya terlihat berkegiatan, punya gaji, sehingga tak perlu was-was orang tuaku
melihat anaknya yang sudah sarjana berleha-leha di rumah.
Aku menarik nafas panjang.
Aku agak payah dalam menemukan
motivasi untuk bekerja.
Terlalu banyak yang aku
pertimbangkan, terlalu banyak yang jadi alasan.
Katanya, orang senang mempekerjakan
aku. Aku adalah pekerja yang malu minta bayaran, sering tak sebanding dengan
apa yang sudah dikorbankan.
Tapi, semoga segala proses… termasuk
keragu-raguan ini adalah dalam pembelajaran dari Rabb semesta alam.
No comments:
Post a Comment