Saturday, May 29, 2021

Hidupku Sekarang (Ridha, 2021)

Pertama, biar gampang aku akan mulai hobi menulis ini dengan menulis apa yang sedang aku lakukan. Gampang banget kan ceritainnya, cuma ngasih tau aku siapa, lagi dimana, ngapain aja.

Jadi hey aku di masa depan yang mungkin bakal iseng baca tulisan ini, aku yang sekarang mau ngasih tau kalau umurku hari ini adalah 27 tahun, Ibu dari seorang anak perempuan yang usianya sudah 2 tahun. Aku adalah seorang Guru di sekolah swasta di dekat rumah mertua. Jangan terlalu detail, however, ini adalah ruang publik, dan sejak setahun yang lalu, aku memutuskan untuk membatasi diriku dari memposting informasi pribadi terlalu spesifik.

Mumpung lagi ngomongin soal privasi, aku mau ngasih tau juga bahwa, aku sekarang udah gak main social media. Kalau ditanya kenapa, jawabannya adalah karena aku merasa kecanduan, kepalaku yang gampang panas ini terlalu ramai oleh apa yang social media berikan buat aku, kepalaku gak sanggup buat menampungnya, dan aku kira dengan berhenti akan menyepikan jiwaku, isi kepalaku, dari begitu berisiknya dunia maya.

Kisah ini berawal dari aku menonton social dilemma, lalu banyak dengerin wawancaranya Marisa Anita tentang isu ini.

Terus apa yang aku rasakan sekarang setelah membuat keputusan itu? Aku belum bisa bilang lebih damai, lebih baik, lebih apapun, karena aku juga sedang dalam proses mendapatkan itu, namun yang paling terasa adalah kepalaku jadi sepi… ternyata aku gak papa gak tau apa apa. Kehidupanku yang biasa aja, berjalan seperti biasanya, ternyata bener seperti dugaanku, aku emang gak butuh informasi itu, dan dengan gak dapet itu, ya gak rugi… tapi satu-satunya yang tersisa adalah perasaan penasaran, everybody udah nyampe mana ya hidupnya…

Tau kan perasaan itu? Perasaan kepo orang udah sekaya apa sekarang? Kalau ketemu lagi apakah aku akan PD, apakah nanti jika aku tau faktanya, aku tidak akan minder, tidak menghargai hidup yang sudah aku lalui dalam keheningan selama ini. Itu saja, dan aku rasa aku hanya harus menghadapinya, pasti juga gak papa… paling iri bentar, sedih bentar, terus move on.

Karena udah terlanjur ambil jalan ini, jadi sekalian aja aku bersihin kontak di handphone, saat ini aku cuma menyimpan kontak keluarga, teman kerja, teman lama yang masih peduli dan aku pedulikan. Aku cuma tau kabar dari whatsapp tentang orang-orang ini saja, dan ternyata emang hanya ini yang mampu aku tampung di kepalaku, mungkin dengan begini aku jadi lebih care, karena perhatianku emang sudah ku kerucutkan hanya untuk sebagian orang. Namun kadang aku jadi terlalu peduli. 

Itu aja dulu untuk hari ini.

Oya aku mau tambahin foto di postingan ini, karena ternyata, lagi-lagi aku baru sadar, selain tulisan ini, foto itu menyimpan kenangan yang manis di masa depan, mungkin pas ambil foto itu sekarang aku biasa aja rasanya, tapi pas di liat beberapa tahun lagi, itu akan jadi lebih manis, kadang ada yang manis banget. So, yaaa, ini aku sekarang, sedang bersama anakku di sekolah, karena ada jadwal piket, aku beryukur untuk hari ini. Alhamdulillah.




No comments: