Pertama, biar gampang aku akan mulai hobi menulis ini dengan menulis apa yang sedang aku lakukan. Gampang banget kan ceritainnya, cuma ngasih tau aku siapa, lagi dimana, ngapain aja.
Jadi hey aku di masa depan yang mungkin bakal iseng baca
tulisan ini, aku yang sekarang mau ngasih tau kalau umurku hari ini adalah 27
tahun, Ibu dari seorang anak perempuan yang usianya sudah 2 tahun. Aku adalah
seorang Guru di sekolah swasta di dekat rumah mertua. Jangan terlalu detail,
however, ini adalah ruang publik, dan sejak setahun yang lalu, aku memutuskan
untuk membatasi diriku dari memposting informasi pribadi terlalu spesifik.
Mumpung lagi ngomongin soal privasi, aku mau ngasih tau juga
bahwa, aku sekarang udah gak main social media. Kalau
ditanya kenapa, jawabannya adalah karena aku merasa kecanduan, kepalaku yang
gampang panas ini terlalu ramai oleh apa yang social media berikan buat aku,
kepalaku gak sanggup buat menampungnya, dan aku kira dengan berhenti akan
menyepikan jiwaku, isi kepalaku, dari begitu berisiknya dunia maya.
Kisah ini berawal dari aku menonton social dilemma, lalu banyak dengerin wawancaranya Marisa Anita tentang isu ini.
Terus apa yang aku rasakan sekarang setelah membuat keputusan itu? Aku belum bisa bilang
lebih damai, lebih baik, lebih apapun, karena aku juga sedang dalam proses
mendapatkan itu, namun yang paling terasa adalah kepalaku jadi sepi… ternyata
aku gak papa gak tau apa apa. Kehidupanku yang biasa aja, berjalan seperti
biasanya, ternyata bener seperti dugaanku, aku emang gak butuh informasi itu,
dan dengan gak dapet itu, ya gak rugi… tapi satu-satunya yang tersisa adalah
perasaan penasaran, everybody udah nyampe mana ya hidupnya…
Tau kan perasaan itu? Perasaan kepo orang udah sekaya apa
sekarang? Kalau ketemu lagi apakah aku akan PD, apakah nanti jika aku tau
faktanya, aku tidak akan minder, tidak menghargai hidup yang sudah aku lalui
dalam keheningan selama ini. Itu saja, dan aku rasa aku hanya harus menghadapinya,
pasti juga gak papa… paling iri bentar, sedih bentar, terus move on.
Karena udah terlanjur ambil jalan ini, jadi sekalian aja aku
bersihin kontak di handphone, saat ini aku cuma menyimpan kontak keluarga,
teman kerja, teman lama yang masih peduli dan aku pedulikan. Aku cuma
tau kabar dari whatsapp tentang orang-orang ini saja, dan ternyata emang hanya
ini yang mampu aku tampung di kepalaku, mungkin dengan begini aku jadi lebih
care, karena perhatianku emang sudah ku kerucutkan hanya untuk sebagian orang. Namun kadang aku jadi terlalu peduli.
Itu aja dulu untuk hari ini.
Oya aku mau tambahin foto di postingan ini, karena ternyata, lagi-lagi aku baru sadar, selain tulisan ini, foto itu menyimpan kenangan yang manis di masa depan, mungkin pas ambil foto itu sekarang aku biasa aja rasanya, tapi pas di liat beberapa tahun lagi, itu akan jadi lebih manis, kadang ada yang manis banget. So, yaaa, ini aku sekarang, sedang bersama anakku di sekolah, karena ada jadwal piket, aku beryukur untuk hari ini. Alhamdulillah.


No comments:
Post a Comment