Pukul 5:47, pada akhirnya aku terbangun dari mimpi panjangku,
Kepala dan dadaku kini berat, rasanya tak lagi hanya pundak saja yang ditindih
beban, pelupuk mata dan tanganku ikut
gemetar. Hatiku masih ramai oleh cemoohan. Hebat sekali aku, dalam semalam saja
aku terlalu panjang melakukan perjalanan.
Sebelum pikiranku kembali ke alam logika, aku sedang
berusaha memungut mimpi mimpiku yang terserak dimana mana. Mimpi malam ini
terlalu lama dan menyesakkan. Aku tak mau hanya mengawang-ngawang, aku mau
gambar itu kembali, aku ingin tau siapa mereka yang menyakitiku di alam mimpi.
Dadaku bergemuruh, aku ini sudah berapa lama menunggu bunga
matahariku mekar, Kadang memang begini, aku menulis tanpa tujuan dan tanpa rasa
malu, tapi aku sudah menamatkan episode
sedih sedihku, aku sudah mengepak rasa benci dan sakit hati. maka tertawalah,
tertawai dirimu sendiri. Dan menarilah bersama hujan.
Biarkan langit yang
menyembuhkan ...














