Monday, February 27, 2017

Berapi-Api: #CookingProject2

Bagaimana jika sebenernya aku tidak menikmati nikmatnya makan sampai segitunya? cuma yang penting habis, cirinya adalah aku tidak menikmati rasa tiap suapan. Hanya di awal atau pas ingat bahwa nikmatnya makan adalah sambil ngerasain rasanya. Yah, tapi mungkin yang kayak gini bisa dilatih. Salah satu caranya adalah makan di meja makan, tidak ada focus lain sekalin makan. Itu memang hampir gak pernah aku lakukan, mengingat bahwa kalau aku makan sendirian tanpa sambil ngelakuin kegiatan malah kurang greget gitu. Aku gak suka makan sambil diem aja, cuma makan. Karena kadang aku malah kebayang yang jijik-jijik, atau kebayang yang gak enak, makanya kalau makan pesti sambil ngapain.

Aku ingin berubah.

Soal project masak, diem diem aku sudah bikin 3 menu. Pertama nasi bakar teri, kedua burger tempe, dan cincau gula merah. Untuk nasi bakar, aku pakai penyedap rasa, aku menyesal. Rasanya terlalu gurih, dan apapun yang di msg-in itu menimbulkan penyesalan kalau kekenyangan. Kenapa pakai msg, karena aku kurang PD kalau masak tanpa itu, tapi mulai sekarang aku tidak akan melakukannya. Aku gak akan pakai penyedap rasa merk apapun., cie. Nasi bakarnya kurang pedes, rawit itu gak ngaruh apa-apa. mungkin mending di ulek, supaya bijinya keluar. Juga, rasanya terlalu berminyak.

1. Nasi Bakar Teri



Kedua burger tempe, ini yang mulai aku gak pakai penyedap. Rasa tempenya enak, cuma kebanyakan merica jadi panas rasanya dimulut. Dan mungkin juga karena gak ada selada, timun, mayonais. Dan satu porsinya bikin kuenyang, dan harus di makan sambil nyanding minum. Seret.

2. Burger Tempe


Lalu cincau gula merah. Motivasi membuat ini Cuma karena tanamannya ambruk, jadi aku punguti daunnya. Dan aku harap bisa melancarkan pencernaan. Rasa cincaunya cukup enak, meski pakai prosedur yang bersih dan bener, tapi setelah minum itu ada rasa ninggal di tenggorokan. Apa karna santannya ya, atau kekentelan adonannya. Hahaha. Proses pembuatan cincau ini kilat banget, daun yang sudah dicuci lalu aku bland sama air 7 gelas, disaring, masukin kulkas. Kelapa di bland sama air 4 gelas, saring, masukin kulkas, Gula aren di campur air sepantesnya di masak di wajan suapaya leleh, saring, masukin kulkas. Jadi deh, dan ke-3 proses itu dilakukan berbarengan, kamu harus nyoba. 

3. Cincau Gula Merah

Ntar mau masak apa lagi ya?

Sunday, February 26, 2017

Sunday is a Perfect Day: #CookingProject1

Menyenangkan rasanya jika tiba hari minggu, apa yang kamu ingat dari hari minggu kawan? Kalau aku, aku ingat akan berangkat ke pasar, membeli sayur mayur dan jamu. Hmmm, belanja sayur itu menyenangkan. Aku paling suka membeli sawi, cabai rawit, dan jamu beras kencur. Selain itu tentu aku hanya melaksanakan catatan ibu, eh tapi akhir-akhir ini aku sudah bisa pasar tanpa catatan, atau mengingat apa yang harus dibeli tanpa lihat catatan lagi.

Selain pasar, indahnya hari minggu adalah pemandangannya, pemandangan jalan ke pasar di hari minggu adalah pagi yang kuning dan segar. Banyak orang lalu lalang untuk ke pasar juga, atau sedang bersih bersih rumah, atau hendak pergi ke mana yang jauh. Semua bersuka cita menikmati hari libur. 

Lalu sepulang dari pasar, aku akan sarapan yang spesial. Pada hari minggu, ibu memasak yang segar, dan jarang. Misalnya nasi uduk, dengan tempe dan bawang goreng yang renyah. Aku makan di depan TV sembari menonton Doraemon. Indah sekali, seperti masih kecil, masih ada mbak tika. Sekarang nontonya berdua lupi.

Indah minggu lainnya adalah aroma harum ayam yang diungkep, atau ikan yang dibumbu sebelum di masukin ke kulkas. Masaknya masih besok-besok, tapi wanginya sampai depan ruang nonton TV, jadi makan uduk berasa makan apa gitu. Kalau dulu sih kami sering nyuci sayur mayur dulu sebelum di masukin kulkas, terus di tatakin pakai irik, itu terlihat sayur mayur begitu indah dan segar, kalau sekarang udah enggak lagi. sayur nya dikresikin aja terus langsung masuk kulkas, gitu juga aku suka ngeliatnya, kulkas yang penuh dengan sayur mayur. Bagus. 

Ohya, sepulang dari pasar tadi aku coba buat infused water dengan lemon dan mentimun. Barusan udah aku minum, rasanya segar, segar banget kayak dulu pernah nyicip punya temen. Terus, kan hari ini hari pertama #CookingProject ku, dan menunya adalah… Tadaaa “Sarimi isi 2 with Egg, Mustard, and Sweet Sausages”. Rasanya kayak mi rebus biasa ya, cuma ada topping yang agak beda aja, dimirip-miripin sama ramen jepang. Dan makin nikmat karena makannya sama-sama.


Pokoknya hari minggu itu adalah hari yang seru, yang indah, yang ceria, dan kuning. Minggu ini cuma berempat, biasanya kalau adek ghaisan pulang tambah seru lagi. dia akan mancing pakai rumput, nonton tayo-tayo sambil ngemil ceriping , lari sana lari sini, makan kececeran, nyari mbah atung mana, rame lah.

Begitu... nanti kita harus menciptakan rumah yang indah juga buat keturunan kita. Rumah yang bukan diartikan sekedar rumah, tapi juga karena rasanya memang rasa rumah. Tempat yang paling indah dan bikin betah. Selamat hari minggu! Nikmati liburanmu.

Saturday, February 25, 2017

Beside Of Two True Stories: Cooking Project

source: http://www.bake-n-bite.com/the-juliejulia-project/




Mulanya karena mungkin suka banget sama acara masak atau makan, aku punya ide untuk streaming film tentang chef. Film pertama yang sudah aku tonton adalah “Burnt (2015)", lalu ketagihan. Film kedua "Julie & Julia (2009)", yang kedua ini sangat inspiratif. Tentang memasak dan blogging. Oh I love it. Aku pengen jadi mereka, akhirnya aku mendadak pengen jadi mereka. Food blogger. 

Kondisiku sekarang sedang berapi-api pengen segera masak 1 resep pembuka, I wanna run this project. Di film itu dia memasak 200-300 sekian resep dalam setahun, aku juga ingin melakukannya.

So, setelah ini aku akan download app resep masakan yang mudah dan meluangkan waktu untuk memasak. perkara istiqomah atau tidak, aku niatkan ini untuk belajar, orang yang belajar adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan bukan? Good luck for me! Btw, thank you Julie & Julia.

Tunggu entri cooking project pertamaku yaaa.

Mari Berteman yang Lama

Dulu aku ekstorvert, lalu introvert, lalu ekstrovert lagi. suka terwarnai dengan lingkungan, terbawa arus. Dan temennya ganti-ganti. Beberapa ada yang masih mau berteman, banyak yang lost contact setelah tidak hidup di lingkungan yang sama. Saat ini selain mengerjakan skripsi, kegiatanku yang lain adalah tidak ada.

Sempat ikut kegiatan jurnalistik di kampus, seru sekali. Aku banyak menyimpan kenangannya di intagram karena lebih popular di masa kini dan tempat pamer kegiatan yang paling berpengaruh. Tapi beberapa waktu lalu banyak foto yang aku hapus lagi karena satu dan lain hal.

Anyway, yang mau aku ceritakan sekarang sebenernya adalah teman perempuan yang kami temenan di salah satu kegiatan jurnalistik itu. Awal bertemu mereka berdua itu rasanya agak sulit menjelaskan, aku merasa agak terintimidasi. Gak lama memang, than mereka jadi dua orang yang paling sering bersamaku, kami nyambung. Sampai hari ini, ada beberapa suka duka yang sudah kami lalui, entah itu datangnya untuk masing masing pribadi atau pernah yang sekali pukul 3 kena semua. 

Honestly, mereka keren. Sebelum aku bertemu dengan 2 anak ini mereka sudah jadi bestfriend duluan. Lalu aku, mungkin di luar persahabatan mereka, kami bergabung jadi semacam teman bertiga. Bertiga dapat rezeki dari Allah melalui orang-orang baik yang ada di sekitar kami. That’s was amazing membayangkan serunya main bareng selama ini.

Dan hari kemarin mereka datang berkunjung ke rumah, aku senang. Aku senang seperti mereka akan menjadi temanku lagi di masa masa lain meski kami sudah tidak hidup di lingkungan yang sama. They are so kind, they are so inspiring. Mereka teman yang baik, teman yang seru, teman yang apa adanya, teman yang penasaran, teman yang lama.

Aku harap aku dapat menjadi teman yang bermanfaat bagi mereka berdua juga. Thank you for coming yaaa, thank you so much. @fitripraditaa @caturyuliuntari11

Thursday, February 23, 2017

Goblin

source: http://www.fimela.com/fashion-style/mahalnya-mendandani-para-artis-di-serial-korea-terbaru-goblin-dan-the-legend-of-the-blue-sea-1701038.html
Sudah beberapa minggu lalu aku nonton drama korea “Goblin”, dan sampai sekarang salah satu lagu yang jadi original soundtractnya masih jadi lagu fovorit yang aku play saat kepingin dengerin musik. Sekarang sih udah gak begitu terbawa suasana, kelar nonton itulah yang bener bener sering aku dengerin. Moment favorit pas lagi di kendaraan, sambil meresapi kehidupan orang lain, romantis. Pas.

Kayak yang sudah-sudah, sebuah drama yang kelar itu pasti ngasih impact ke feeling aku. Kalo “Goblin” sendiri, meski awalnya agak aneh ngeliat anak SMA yang ketebak akan saling jatuh cinta sama samchon 30 tahunan, tapi setelah aku resapi kok bagus ya, geli geli gimana gitu.

Mungkin orang lain juga pernah ya jatuh cinta sama samchon-samchon. Aku jadi inget  dulu SMA, bukan… bukan maksud aku nyamain aku bak Ji Eun Tak ya, eh tapi bebas ding. Kan cuma feeling, bukan rupa. Yaaa, aku merasa punya feeling yang mirip sama dia, suka sama samchon, samchon yang gak pernah salah karena udah gede duluan jadi aku gaul dikit dikatain alay. Dan seru banget ngeliat cara, gesture, dan tingkah polahnya si pemain. 

Dan kayak orang-orang yang suka kesulitan move on ke drama korea yang lain, masih nyaman sama ingatan tentang drakor satu ini. Btw, thank you Korea. Dramamu kece.

Wednesday, February 22, 2017

Hiduplah yang Baik

Kayaknya seru kalau bisa menjelaskan bagaimana sistem di dalam tubuh kita ini bekerja saling berkaitan, secara detail dan penuh hikmah. Maka nasihatku, belajar… baca buku.

Membaca buku adalah salah satu upaya untuk memperoleh pengetahuan baru atau mere-call ingatan tentang pengetahuan lama. Dianjurkan untuk membaca buku setiap hari, agar yang dipikirkan bukan “itu-itu saja”, agar dapat menyikapi kehidupan dari berbagai sudut pandang. Membaca tidak melulu soal buku ini dan itu, sekarang banyak berkembang buku elektronik, pesan instan yang sarat makna di media sosial, banyak lah. Jadi paling tidak membacalah sesuatu yang bisa jadi bahan pikiran positif untuk membijak-kan diri dan hidup dengan tidak merugikan orang lain. Wah, pesan ini lumayan dalam ya.

Pernah aku dapat buku tentang dahsyatnya membaca, lalu muncul ide untuk merencanakan membaca banyak buku lalu di tulis setelah kelar sebagai bahan laporan sudah berapa banyak buku terbaca minggu/bulan ini. Keren, Xixixi. Tapi seingatku memang tidak bertahan lama, kurang lebih 2-3 hari. Lalu bosan dan lupa.

Hmmm, mungkin karena salah niat dan belum dapat ilmu tentang istiqomah. Maka sahabat, cie sahabat. Maksudnya gini, aku mau mengingatkan bahwa apapun yang kamu lakukan dalam hidup, apalagi soal project besar yang sudah kamu rancang satu-satu di hidupmu itu, upgrade terus ya niatnya, dari awal tegaskan niat semata-mata untuk mencari keridho-an Allah lalu tiap mulai lengah, lupa, atau keasikan ngejalaninnya, ya di perbarui lagi niatnya, tiap malas mau konsisten ingat bahwa amalan yang baik yang dilakukan secara konsisten itu dicintai Allah, bekal pulang nanti.

Kamu yang semangat hidupnya, semoga ada yang selalu mengingatkan ketika lupa, agar semua lebih bermakna.