Monday, September 23, 2019

Excitement

Liburan pekan ini kami isi dengan berlibur di rumah Ibu dan Bapak di purworejo. Aku sudah berazzam untuk tidak membuat keributan dengan speak up semuanya, pengen inilah pengen itulah, gak bisa inilah gak bisa itulah. Karena ternyata energi untuk berselisih bakal lebih banyak ketimbang aku membiarkan semuanya ditahan. Jadi berlibur kali ini beneran bukan akibat dari aku merengek minta pulang, kesempatan ini pure karena emang ditawarin mau pulang apa enggak. Nice.

Surprisingly, ketika ini terjadi yang aku rasain justru perasaan yang aneh sih. Excited tapi diambang batasnya, jadi yang terasa justru datar. Pernah gak sih ngerasain kayak gitu? Perasaan yang terjadi akibat dari campuran berbagai rasa, takut ketauan nangis karna terharu mau pulang, khawatir cuma sebentar, adaptasi lagi, struggling lagi… tapi yang terekspresikan malah datar. Tapi gak bisa tidur.

Lalu pas beneran sudah sampai rumah aku sakit.

Mungkin cuma aku yang ngerti bahwa sakit ini adalah ekspresi lain dari lanjutan kentut yang gak keluar itu. Aku tidak cerita siapapun, aku sibuk nyari suplemen, minum ultraflu karena gak nemu parasetamol, terjemahan dari sakit ini juga bisa berarti sangking rilexnya, merasa oke ada Ibu jadi aku sakit gak papa, Ais bisa diurus Mbak Tika.

Terus besoknya sudah hari minggu.

Qodarullah, Lupi dapat tugas ikut teratai pora di teluk betung. Menjelang siang, setelah Ibu beli oleh-oleh se-tas besar berisi aneka keripik, kami menuju kesana. Menemui Lupi yang sudah berbulan-bulan gak pulang, aku sendiri sudah 7 bulan lebih gak ketemu, terakhir saat dibandara nganterin dia berangkat dines, itupun kebetulan aja.

Dia kayaknya tidak banyak berubah.

Aku nangisan, Mbak Tika nangisan, Ibu apalagi. 

No comments: