Mereka mungkin lupa, atau bahkan tidak tau. Ditempat ia duduk disana sendiri, sambil melamunkan banyak hal, ada lebih banyak suara. Meski sendirian, dia merasa sumpek dengan refleksi kekhawatirannya. Berkali kali dia menatap kedalam buku tebal bersampul biru, berkali kali pula dia gagal menemukan semangat itu. Diejanya satu persatu huruf bercetak tebal, semakin berusaha dia mengingat, semakin sulit baginya bergerak, dia terkurung dalam lamunan, dalam khayalan.