Thursday, December 04, 2014

She is just Luna

“Di balik orang yang suka posting gak jelas, ada ngarep yang gak kesampean”

Gw luna. Mahasiswi semester 3 yang belum pernah absen kuliah dengan sengaja. Sehari hari gw Cuma kuliah dan ngerjakan tugas, sesekali ikut acara acara kampus biar kayak anak gaul. 

Gw punya jadwal tidur yang kacau, karna kuliah sampai sore, gw mesti tidur ba’da magrib, terus tengah malem baru bangun, mandi dan ngerjain tugas.

Gw termasuk orang yang gak kaku, santai menerima perubahan dan gampang terpengaruh. Mungkin sangking mudahnya gw di pengaruhi,  gw jadi inkonsisten. Kemaren suka yang ginian, besok bisa berubah lagi. Yah, labil.

Gw penikmat seni, seni rupa, sastra, theater, gw juga suka jurnalistik. Ini sih tergantung siapa yang sedang gw idolakan. Sementara ini gw suka banget sama salah satu news anchor, makanya gw suka jurnalistik. Gw bela belain masuk ukm yang bergerak di bidang ini , namun sayang, gw Cuma suka doang, kalau di suruh liputan gak pernah di kerjain. Walhasil, gw jadi produk gagal. Masuk daftar hitam. 

Gw juga pernah dateng ke salah satu komunitas seni, sastra. Ngakunya gw suka sama sastra, tapi di suruh memaknai sebuah cerpen gw gagap. Yalah...

Ternyata gw Cuma omong doang. Semuanya hanya omong kosong.

Jadi, gw ini cenderung ke mana?

Gw luna, mahasiswi semester 3 yang sedang mencari jati diri. Yang nemu jati diri gw, silahkan hubungi nomor berikut. Hah.

Tuesday, November 25, 2014

Opantes...

Memang Allah yang maha mengetahui tidak akan menyia-nyiakan doa kita. Allah menjawab. Allah membimbing kita menemukan jawaban itu. 

Setelah sekian hari bergelut dengan keresahan dan kegundah gulanaan ala anak alay yang super lebay, pada akhirnya saya dengan perasaan lega mendapatkan jawabannya malam ini, ah tak kuasa menahan geli. Ew

Terbayang ya? Alangkah bingung mau nulis versi apa. ala anak muda atau pujangga. Ew

Titik titik titik titik. 

Ew.

Kan bener kan, adik-adikku yang aku cintai. Berjalanlah di muka bumi ini dengan patuh, dengan niat lillahita’ala. Jangan sekali kali kamu lupa, kepada siapa nanti kembali, kepada siapa diri mengabdi. Allah dik, Harus, hanya kepada-Nya lah kita berserah diri, hanya untuk-Nya lah setiap nafas yang kita hembuskan... setiap detik yang kita lewati.

Karena adikku... bila pernah kau niatkan suatu hal karena “Cuma manusia” kau tau apa akibatnya. Kecawa dik. Tiada pantas menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Nanti kamu geli dik...

Ketika kamu lihat kenyataan, ketika satu persatu “sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”, itu loh dik. Pribahasa yang intinya sehebat apapun muslihat dimuslihati, jika Allah mengizinkan, kita akan dituntun tau juga. 

Sudahlah dik, tegaklah. Ingat ya, niatkan segalanya hanya karena Allah. Trust me, it’s safe.

Friday, November 14, 2014

You're Young, So Shut Up & Enjoy Life.

Adalah Mentari, karib yang ketemu lagi saat kami duduk di bangku kuliah. Aku kenal dia saat kami sama sama di metro, di MTs. Dari awal ketemu, entah mungkin memang chemistry gak bakal bisa dibohongi ya, aku memprediksi kita akan jadi teman dekat. Kami akan akrab. Benar saja, dia benar benar jadi bagian yang aku ingat selama hidup, tsaah.

Kenapa ya, jumat selalu menjadi sore yang nggantung. Usai praktikum, berasa ada yang ingin aku lakukan entah apa. rasanya selalu kepingin ngelakuin hal yang gak biasa, dengan siapa entah dimana. Dan waktu waktu kayak gini terus berulang, Aku gagal nemu orang yang mau di ajak ayo sekarang. sumpah susah banget.

Dan baru di sore paling ujung, Mentari dateng. Biar Cuma ditanya lo dimana, pulang jam berapa, dia jadi rutin mampir ke kostan. Lalu kami ngobrol. Greget. Kenapa greget kesannya, ada kan pasti, orang yang ketika sudah kita ajak bicara, nyambung dan sejiwa. Ada aja yang bisa dibahas...
Sore ini dia cerita hal yang agak, em apasih namanya. Yang sensitif. Yah, soal keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi. Sumpah, dulu aku gak liat ada yang keren dengan hal hal beginian. Tapi rupanya, seiring waktu berjalan, mulai keliatan, bahwa ada loh kehidupan lain yang lebih menjanjikan, ada loh anak anak yang sedang serius berproses, melakukan hal hal yang emang gak keliatan hasilnya sekarang, tapi nanti pas ada project terus fotonya di posting di media sosial, kyaaa. Yah gak gitu, gak gitu. ini serius. Mereka sedang membangun kerajaannya. Dan aku bener bener kecolongan start soal ini.

Sebenernya enggak gitu juga sih. Kalau Cuma asal ikut, ya... aku ikut. Tapi gak ada yang diseriusin. Hahaha.

Akan menjadi seperti apa ya aku nanti, kalau gak mulai sekarang memaksa diri melakukan lebih.

Bayangin deh, kalau aku hanya duduk kuliah, ikut praktikum, ngerjain laporan, lalu tidur, dan gak ngerasain sensasi yang lain, masak 7 semester gitu doang. Kayaknya bakal flat banget ceritanya. Lain kali ya, kalau aku mulai serius ikut Teknokra, atau ngehubungin mbak ESo, terus tiap hari dateng, tiap hari nulis, tiap hari terlatih bermasyarakat, lain ya... ntar aku lulus sekalian punya sodara dimana mana. Ih, keren.

By the way, ini semangat 45 bukan sih? Setelah 4, 5 menit ilang. Hahaha.

Wednesday, November 12, 2014

Dear Monday

Tidak seperti orang kebanyakan, aku tidak membenci senin. Semua hari adalah sama bagiku, tanpanya disisi selalu terasa sepi. Eaaak.

Aku akan cerita dear diary mulai sekarang. dan akan ku mulai dari senin ke-2 bulan november. Dalam duniaku, Pagi bisa jam berapa saja. Senin kemarin juga bukan jam 5. Aku bangun belajar untuk kuis dan bersegera bersiap ke kampus karena jadwal senin di mulai jam 07.30. untuk mengantisipasi stress kelaperan saat kuliah statistika, aku menyempatkan sarapan, dan rupanya menyita waktu. Aku berangkat ketika benar benar sudah pukul 07.30. Di pelataran biasa aku parkir, sedang di adakan upacara peringatan hari pahlawan, aku menyesal kenapa tidak tau, andai tau mungkin aku ikutan. Biar begini, jiwa nasionalis ku lumayan tinggi loh.

Tak kusangka, kuliah statistika libur. Struktur hewan juga. Fine.

Sampai di kelas kutemui beberapa temanku yang sedang mengerjakan tugas, karena aku tidak mau menyiakan segarnya pagi, ku urungkan keinginanku untuk balik ke kostan, lalu ku putuskan untuk bergabung bersama mereka. Menyicil tugas minggu ini. Setelah temanku selesai, kami bubar.

Aku berencana memperpanjang masa pinjam buku BTT di perpustakaan, and I done. Saat sendirian di perpustkaan, aku sempat melihat kenalanku saat seleksi Teknokra dulu, tapi urung untuk menyapa, mungkin dia sudah lupa. Aku menyempatkan diri menuntaskan laporan zoologi invertebrata untuk di kumpul besok. Selesai.

Karena mulai lapar lagi, aku pun beranjak. Rencana awalku adalah menyelesaian tugas yang lain, namun kepalaku rada berat. Aku... lemah tanpamu. Eaaaak.

Aku memenuhi janjiku untuk mampir ke kost diana, dan rupanya disana sudah ramai teman teman. Karena jam 15.30 kami akan kuis, akhirnya ku gunakan siang itu untuk tidur, ngobrol, dan belajar. Sebenarnya tadi pagi aku sudah belajar, dan metode belajar SKS kemudian sok ngulang di siangnya membuat ingatan tadi pagi berantakan. Terlalu banyak konsep yang harus di pahami. Dan eng ing eng... soal yang keluar diluar dugaan. Hanya 3 konsep dari sekian banyak konsep, dan yang diminta adalah konsep yang masih abu abu. Hyuuuh... Selesai. Mereka bahas, dan aku mulai kuatir, gw tadi jawab apaan ya...

Yang penting udah lewat. Tinggal tawakal. Semoga hasilnya adalah keajaiban, nilainya A.

Kemudian, sesuai dengan perjanjian, aku dan Clara menyelesaikan tugas kewirausahaan di tempat itu lagi. Tidak selesai karena fokusku, fokus clara tidak fokus ke tugas. Entah tercecer dimana.

Akhir akhir ini memang BEM sedang ramai menyuarakan penghapusan UKT. Sore itu kuliahat beberapa anggotanya sedang memasang beginian. Sebenernya pengen ikutan tanda tangan sih, tapi malu. Cie malu... seperti yang pernah kutulis waktu itu, “Menyoal kembali biaya UKT”. UKT 2014 emang naiknya gede, dari 3,9 jadi 4,5 di pendidikan MIPA. FKIP loh itu... apa kabar yang di teknik, pertanian, MIPA...

Karena tidak selesai, akhirnya kami membawa tugas itu ke kostku. Clara yang meneruskan, aku tidur tiduran sampai ngantuk, dan terpaksa mandi.

Clara baru pulang setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 21.00 WIB. Giliranku adalah final checking. Ternyata aku ngantuk. Dan tidur. Terbangun tengah malam tidur lagi, bangun lagi dan memaksakan diri menyelesaikannya. Akhirnya selesai. Kepala pening, tidur lagi. Bangun lagi tidur lagi. Padahal janjian jam 06.30 mau observasi. Dan baru bangun lagi setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 05.30an.

Senin dan setengah selasa itu baiklah, Begitu.

Saturday, November 08, 2014

Lalala.



Beberapa minggu terakhir aku mengalami masa yang kurasa cukup sulit, mungkin kamu juga. Namun,  aku menyadari bahwa sebenarnya aku dan kamu mungkin pernah mengalami masa demi masa yang juga sama sulitnya. Mereka membawa judul yang selalu berebeda. Aku pernah begini, begitu, kita pernah menjadi ini dan itu, kita pernah jatuh disana, dan berusaha lagi, bangun lagi, berhasil dan ganti judul. Kurasa, judul satu ini telah berakhir, seperti datangnya yang “Tiba tiba”, Akhirnya pun begitu.

Pada akhir, biasa ditutup dengan “rupanya...”, seperti sekarang, rupanya kita selesai pada sabtu yang cerah. Pada sabtu berlangit putih yang menggoda. Mungkin mulai tak harus selalu malam senin, dan tak selalu berakhir di hari minggu. Hari ini kita selesai pada sabtu, dan aku bahagia. 

Mungkin hari ini bisa kuhirup aroma udara dengan senang, melihat banyak hal dan bersenang senang, menikmati matahari lagi, menikmati semangat senin selasa rabu kamis jumat sabtu dan minggu lagi, merasakan optimisme lagi, alangkah senangnya melihatku, melihatnya, melihat mereka, melihat semua orang berbahagia.

Semuanya menjadi sangat menarik bukan. Rumput, orange, persahabatan, lagu, pohon, semuanya menjadi indah pada waktunya. Hari ini, Selamat berakhir pekan. Semoga semua orang selalu dalam kebaikan.

Friday, November 07, 2014

Skyfall



Hari kamis lalu, praktikum usai lebih awal. Jarang sekali begini. Kulihat langit masih terang, meski baru saja turun hujan. Aroma seperti ini membuat aku rindu segalanya. Kulihat jam masih pukul 17.12, kupacu sepeda motorku ke SPBU dan segala macam pikiran mulai kupanggil satu satu. Me time. Aku sendirian sekarang, aku bisa mengaduh dan tidak lagi berpura pura.

Resah sekali. Sesampainya di kost, kubersihkan badanku dan berbaring. Tidak lama, aku tertidur. Dan seperti biasanya, aku bangun tengah malam untuk mengerjakan tugas dan menggunakan layanan suka suka dari provider yang bonusnya bersyarat itu. ternyata hujan lagi. Sepagi ini aku sudah harus rindu segalanya. Memang aroma udara selepas hujan, ingatan tentang hujan, membuat segalanya jadi kemarin.

Saat jam dinding menunjukkan pukul harus bersiap kuliah, aku pun bersiap. Mata kuliah pertama, selesai. Dzuhur. Praktikum, selesai.

Seperti seminggu yang lalu, aku duduk di sana bersama clara. Mengerjakan tugas dan se-earphone berdua. Kami selesai setelah baterai notebook-ku tinggal 3%. Aku buru buru menuju kostan, Tiba-tiba Mentari datang.

Kami makan dan mulai membicarakn masalahku dan masalahnya. Sekarang sudah pukul 19.10, aku masih di selasa 4 minggu yang lalu.

Ohya, Aku sudah tau. ternyata mungkin...

Dia lebih cantik ya, dia lebih mancung, dia lebih putih, dia lebih merona. Dia lebih menyenangkan, dia lebih pintar, dia lebih sopan, dia lebih ramah, dia lebih anggun, dia lebih rapi. Dia lebih subur, dia lebih banyak temannya, dia lebih natural, dia lebih bisa menjaga diri. Dia lebih bisa beradaptasi, dia lebih bisa survive, dia lebih jarang galau, dia lebih dewasa, dia lebih lucu, dia lebih keren jurusan kuliahnya, dia lebih dekat, dia lebih akrab, dia lebih realistis, dia lebih lentik jemarinya, dia lebih terhormat, dia lebih rajin, dia pintar masak, dia suka anak kecil, mungkin dia suka kucing, dia suka apa yang kamu suka, dia kebetulan ber-hobi sama denganmu, dia mendengarkan, dia jarang mengeluh, dia lebih semangat, dia lebih tegar, dia lebih bisa dibanggakan, dia lebih disiplin, dia tidak suka malu maluin, kata temanmu dia lebih juga kan, dia lebih banyak yang suka, dia lebih menarik, dia lebih bisa ngatur waktu, dia lebih tenang, dia lebih mudah memaafkan, dia lebih lapang dada, dia lebih manis senyumnya, dia lebih menyenangkan tawanya.

Dia lebih, begitu kan.

Thursday, November 06, 2014

We Are Ok, Darling.

Mungkin sejak sebulan yang lalu, selasa sejak si philips hilang.

Aku sudah jarang sekali mendengarkan radio, biasanya tiap pagi aku mendengar kabar berita dari RRI, menyimak kabar wakil rakyat, pura purra tertarik,  Atau sekedar mention ke d!radio, Minta puterin lagu Tulus “teman hidup”. Sejak philips hilang memang semua jadi berantakan. Tidak mudah dan begitu saja bisa move on. 

Pulang petang, menangis di jalan, malas mandi, kurang tidur, mimpi buruk, dan segenap rasa bersalah tiap malam karena kata kata yang terlontar kian hari kian kasar. Phillps, kamu sebenarnya dimana?

Sudah bukan harinya lagi mengungkit ungkit, tapi masih rasanya. Tiap pagi ada saja hal yang memberatkan pundak ini, menyesakkan dada. Iuh.

Nak, mungkin hidup memang begitu. Rasamu yang tidak stabil, uring uringan, atau apapun namanya, memang proses yang harus dijalani. Paling tidak, kamu jadi senantiasa mencari, tidak jalan di tempat. Nak, ini hari masih pagi, semalaman tak tidur, pasti ada balasannya. Berdoa saja, semoga hari ini menjadi hari yang baik, menjadi hari yang berkah. Selamat hari ke-6 bulan november. Baik hatilah.

Wednesday, November 05, 2014

I Hate Me

Sudah nambah besar begini, gw jadi gak takut-an kalau dinakalin bales nakalin. Kayak kemaren sore gw di bilang keterlaluan, terus gw bales iya keterlaluan. Terus ditantangin add friend facebook, gw iya add aja, dikatain enggak anggun, ya gw jawab iya gw menjijikkan. Sementara gw bilang begitu enggak dipikir dulu, asal bales aja. Ini kayak percobaan, apakah dengan di balas nakal juga akan puas, sekarang gw sudah dapat hasilnya.

Tidak.

Membalas jahat dengan kejahatan, omongan kasar dengan kekasaran, hinaan dengan bilang this is the way Iam itu tidak membuat puas sama sekali. Dalam hati kecil, rasanya kecewa, kita belum dewasa luna. Kita masih selalu berapi api. Sedang umur sudah tua, kita masih belum bisa lebih tenang.

Padahal, semua asap kan bersumber dari main api sendiri. Dibilang keterlaluan kan karena tidak disiplin dan susah dimintai tolong, dibilang add friend kan karena gw yang dulu ngenalin, terus dibilang gak anggun kan emang kelakuan gw udah kayak preman. Kasar. Ternyata gw tidak siap menerima kebaikan. Malang sekali.

Hari ini akan seperti apa ya, mimpi semalam isinya terusan hari ini semua. Seperti kisah belum selesai yang ku mimpikan, dan ternyata isinya hanya masalah kuatir, bukan soal ujian BTT. Padahal BTT adalah hal yang paling harus gw pikirkan, gw tidak punya bukunya, dan baru senin kemarin pinjam di perpustakaan, sementara rabu ini UTS dan gw SKS ngafal konsep. Ini salah sekali. 

Dan ternyata, gw malah kepikiran yang lain lain. Tapi ini kan masih pagi ya, semoga hari ini gw lebih disiplin, rela berkorban, lapang dada, anggun dan sabar menghadapi segal macam ancaman yang mungkin ada. Semoga hati ditenangkan oleh-Nya, di mudahkan mengerjakan UTSnya, dan senantiasa tunduk dan patuh kepada-Nya. Aamiin. Selamat pagi, selamat hari ke 5 bulan November.

Monday, November 03, 2014

Semua Terserah Padamu, Aku Begini Adanya

Banyak orang, bila ditanya apa hobinya, akan menjawab “nonton film”. Aku adalah salah satu dari yang banyak itu. film menjadi begitu menginspirasi kehidupanku. Misalnya setelah nonton Sherlock holmes dengan kemampuan analisis yang mengagumkan, cita citaku beruba jadi detektiv, setelah nonton agen of S.H.I.E.L.D dengan sepasang muda mudi yang ahli di biokima dan teknologi aku jadi rajin baca buku campbell, setelah nonton the blind side dengan Mrs Anne lough yang “Argh”, aku jadi seneng facial, setelah nonton A-Team aku jadi pengen punya grub bela diri. Jarang film genre “romance” yang kemudian aku suka sekali, entah karena iri atau memang tidak masuk akal. Yah, Meskipun aku juga masih nonton sih. Ya intinya aku muak dengan film bertemakan cinta, ehh.

Seperti sore itu, di penghujung oktober. Yang ku ingat, warna langit kian merah, hari ini telah habis. Kepala ini berat seberat tas punggung doraemon yang ku gendong, susah payah menahan air mata yang mau tumpah, lagi lagi entah kenapa. Mungkin karena laporan belum dikerjakan, atau ujian esok harinya yang belum di siapkan, atau masalah hati lagi, ini nih. Kemunduran kemunduran seperti ini yang sering menghambat dan akhirnya mempush aku melakukan hal hal nekat seperti tidak mandi sore dan langsung tidur sampai pagi. 

Padahal, tidur sama sekali tidak menyelesaikan apa apa ya. Sama. Sama seperti beban pikiran yang tanggung untuk dihabiskan dalam sehari. Mesti tersimpan sampai besok, besoknya lagi. Ada saja hal hal yang mengganggu fokus belajar. Kalau kata buku-buku motivasi, orang orang yang senengnya mengeluh tidak usah di ajak main, hindari orang orang yang suram agar tidak ketularan. Yohh.

Jadi, kunci sukses adalah jangan hobi baca novel atau nonton film genre percintaan, agar kita lebih realistis dalam berpikir, dalam bertindak, dalam bermimpi soal prince charming. Laki laki yang suka nekat ngelakuin hal hal romantis itu teh Cuma ada di film, di novel, cewek cewek rambut panjang berkulit lembut dan senyumnya menawan juga Cuma ada di iklan shampo, jadi... pandang hidup ini dengan kaca mata pak habibie, atau iwan fals. Yoman.

Wednesday, October 22, 2014

Don't Give Up


Sudah beberapa hari beralasan “tidak sempat”. Baru hari ini, akhirnya sadar bahwa hal hal yang menganggu dan menyulitkan sudah harus dibereskan. Bukan lagi liat dulu nanti. Hari ini sudah harus sekarang. Semuanya mungkin akan sama seperti dia yang tiba tiba diminta lagi, semuanya serba tiba tiba. Maka hari ini harus lebih dewasa. Hari ini harus lebih mempercayai diri untuk memutuskan “apa”.

Menulis itu tidak percuma. Menulis kali ini adalah upaya berdialog dengan hati, dengan isi kepala. Siapa tahu, dengan ditulis, semuanya menjadi lebih jelas, semua menjadi lebih terpola. Kemudian ada pertimbangan pertimbangan baru yang jika dibayangkan hanya sampai pada argh.

Dengar dengar, minimal butuh lima hari untuk terbiasa. Ini kan sudah rabu ke 3 ya sejak dia diminta kembali, mestinya sudah juga terbiasa tidak bersama sama. Dari situ, berarti bisa juga ya lima hari lagi aku sudah terbiasa menjadi blah yang baru. lima hari lagi sudah tidak mendongak malu malu.

Tapi, jika memang akan terasa sulit, wajar. Artinya aku memang berupaya. Karena ada rasanya. Dari pada seperti yang sudah sudah, hari ini, kemarin, seminggu yang lalu, entah telah berapa lama yang hanya Cuma garuk garuk hidung dan pura pura mikir. 

Jika selesai menulis ternyata masih, ya... Hadapilah. kita bisa ulangi sekali lagi.