Saturday, December 13, 2014
Thursday, December 04, 2014
She is just Luna
“Di
balik orang yang suka posting gak jelas, ada ngarep yang gak kesampean”
Gw luna. Mahasiswi semester 3
yang belum pernah absen kuliah dengan sengaja. Sehari hari gw Cuma kuliah dan
ngerjakan tugas, sesekali ikut acara acara kampus biar kayak anak gaul.
Gw punya jadwal tidur yang kacau,
karna kuliah sampai sore, gw mesti tidur ba’da magrib, terus tengah malem baru
bangun, mandi dan ngerjain tugas.
Gw termasuk orang yang gak kaku,
santai menerima perubahan dan gampang terpengaruh. Mungkin sangking mudahnya gw
di pengaruhi, gw jadi inkonsisten.
Kemaren suka yang ginian, besok bisa berubah lagi. Yah, labil.
Gw penikmat seni, seni rupa,
sastra, theater, gw juga suka jurnalistik. Ini sih tergantung siapa yang sedang
gw idolakan. Sementara ini gw suka banget sama salah satu news anchor, makanya
gw suka jurnalistik. Gw bela belain masuk ukm yang bergerak di bidang ini ,
namun sayang, gw Cuma suka doang, kalau di suruh liputan gak pernah di kerjain.
Walhasil, gw jadi produk gagal. Masuk daftar hitam.
Gw juga pernah dateng ke salah
satu komunitas seni, sastra. Ngakunya gw suka sama sastra, tapi di suruh
memaknai sebuah cerpen gw gagap. Yalah...
Ternyata gw Cuma omong doang.
Semuanya hanya omong kosong.
Jadi, gw ini cenderung ke mana?
Gw luna, mahasiswi semester 3
yang sedang mencari jati diri. Yang nemu jati diri gw, silahkan hubungi nomor
berikut. Hah.
Tuesday, November 25, 2014
Opantes...
Memang Allah yang maha mengetahui
tidak akan menyia-nyiakan doa kita. Allah menjawab. Allah membimbing kita
menemukan jawaban itu.
Setelah sekian hari bergelut
dengan keresahan dan kegundah gulanaan ala anak alay yang super lebay, pada
akhirnya saya dengan perasaan lega mendapatkan jawabannya malam ini, ah tak
kuasa menahan geli. Ew
Terbayang ya? Alangkah bingung
mau nulis versi apa. ala anak muda atau pujangga. Ew
Titik titik titik titik.
Ew.
Kan bener kan, adik-adikku yang
aku cintai. Berjalanlah di muka bumi ini dengan patuh, dengan niat lillahita’ala.
Jangan sekali kali kamu lupa, kepada siapa nanti kembali, kepada siapa diri
mengabdi. Allah dik, Harus, hanya kepada-Nya lah kita berserah diri, hanya
untuk-Nya lah setiap nafas yang kita hembuskan... setiap detik yang kita
lewati.
Karena adikku... bila pernah kau
niatkan suatu hal karena “Cuma manusia” kau tau apa akibatnya. Kecawa dik. Tiada
pantas menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Nanti kamu geli dik...
Ketika kamu lihat kenyataan,
ketika satu persatu “sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”,
itu loh dik. Pribahasa yang intinya sehebat apapun muslihat dimuslihati, jika
Allah mengizinkan, kita akan dituntun tau juga.
Sudahlah dik, tegaklah. Ingat ya,
niatkan segalanya hanya karena Allah. Trust me, it’s safe.
Friday, November 14, 2014
You're Young, So Shut Up & Enjoy Life.
Kenapa ya, jumat selalu menjadi
sore yang nggantung. Usai praktikum, berasa ada yang ingin aku lakukan entah
apa. rasanya selalu kepingin ngelakuin hal yang gak biasa, dengan siapa entah
dimana. Dan waktu waktu kayak gini terus berulang, Aku gagal nemu orang yang mau di ajak ayo sekarang. sumpah susah banget.
Dan baru di sore paling ujung,
Mentari dateng. Biar Cuma ditanya lo dimana, pulang jam berapa, dia jadi rutin
mampir ke kostan. Lalu kami ngobrol. Greget. Kenapa greget kesannya, ada kan
pasti, orang yang ketika sudah kita ajak bicara, nyambung dan sejiwa. Ada aja yang bisa dibahas...
Sore ini dia cerita hal yang
agak, em apasih namanya. Yang sensitif. Yah, soal keikutsertaan mahasiswa dalam
organisasi. Sumpah, dulu aku gak liat ada yang keren dengan hal hal beginian.
Tapi rupanya, seiring waktu berjalan, mulai keliatan, bahwa ada loh kehidupan
lain yang lebih menjanjikan, ada loh anak anak yang sedang serius berproses,
melakukan hal hal yang emang gak keliatan hasilnya sekarang, tapi nanti pas ada
project terus fotonya di posting di media sosial, kyaaa. Yah gak gitu, gak gitu. ini serius.
Mereka sedang membangun kerajaannya. Dan aku bener bener kecolongan start soal
ini.
Sebenernya enggak gitu juga sih. Kalau Cuma
asal ikut, ya... aku ikut. Tapi gak ada yang diseriusin. Hahaha.
Akan menjadi seperti apa ya aku
nanti, kalau gak mulai sekarang memaksa diri melakukan lebih.
Bayangin deh, kalau aku hanya duduk
kuliah, ikut praktikum, ngerjain laporan, lalu tidur, dan gak ngerasain sensasi
yang lain, masak 7 semester gitu doang. Kayaknya bakal flat banget ceritanya.
Lain kali ya, kalau aku mulai serius ikut Teknokra,
atau ngehubungin mbak ESo, terus tiap
hari dateng, tiap hari nulis, tiap hari terlatih bermasyarakat, lain ya... ntar
aku lulus sekalian punya sodara dimana mana. Ih, keren.
By the way, ini semangat 45 bukan
sih? Setelah 4, 5 menit ilang. Hahaha.
Thursday, November 13, 2014
Wednesday, November 12, 2014
Dear Monday
Tidak seperti orang kebanyakan, aku
tidak membenci senin. Semua hari adalah sama bagiku, tanpanya disisi selalu
terasa sepi. Eaaak.
Aku akan cerita dear diary mulai
sekarang. dan akan ku mulai dari senin ke-2 bulan november. Dalam duniaku, Pagi bisa jam
berapa saja. Senin kemarin juga bukan jam 5. Aku bangun belajar untuk kuis dan
bersegera bersiap ke kampus karena jadwal senin di mulai jam 07.30. untuk
mengantisipasi stress kelaperan saat kuliah statistika, aku menyempatkan
sarapan, dan rupanya menyita waktu. Aku berangkat ketika benar benar sudah
pukul 07.30. Di pelataran biasa aku parkir, sedang di adakan upacara peringatan
hari pahlawan, aku menyesal kenapa tidak tau, andai tau mungkin aku ikutan.
Biar begini, jiwa nasionalis ku lumayan tinggi loh.
Tak kusangka, kuliah statistika
libur. Struktur hewan juga. Fine.
Sampai di kelas kutemui beberapa
temanku yang sedang mengerjakan tugas, karena aku tidak mau menyiakan segarnya
pagi, ku urungkan keinginanku untuk balik ke kostan, lalu ku putuskan untuk
bergabung bersama mereka. Menyicil tugas minggu ini. Setelah temanku selesai,
kami bubar.
Aku berencana memperpanjang masa
pinjam buku BTT di perpustakaan, and I done. Saat sendirian di perpustkaan, aku
sempat melihat kenalanku saat seleksi Teknokra dulu, tapi urung untuk menyapa,
mungkin dia sudah lupa. Aku menyempatkan diri menuntaskan laporan zoologi
invertebrata untuk di kumpul besok. Selesai.
Karena mulai lapar lagi, aku pun
beranjak. Rencana awalku adalah menyelesaian tugas yang lain, namun kepalaku
rada berat. Aku... lemah tanpamu. Eaaaak.
Aku memenuhi janjiku untuk mampir
ke kost diana, dan rupanya disana sudah ramai teman teman. Karena jam 15.30
kami akan kuis, akhirnya ku gunakan siang itu untuk tidur, ngobrol, dan
belajar. Sebenarnya tadi pagi aku sudah belajar, dan metode belajar SKS
kemudian sok ngulang di siangnya membuat ingatan tadi pagi berantakan. Terlalu
banyak konsep yang harus di pahami. Dan eng ing eng... soal yang keluar diluar
dugaan. Hanya 3 konsep dari sekian banyak konsep, dan yang diminta adalah
konsep yang masih abu abu. Hyuuuh... Selesai. Mereka bahas, dan aku mulai
kuatir, gw tadi jawab apaan ya...
Yang penting udah lewat. Tinggal tawakal. Semoga hasilnya adalah keajaiban, nilainya A.
Kemudian, sesuai dengan perjanjian, aku dan Clara menyelesaikan tugas kewirausahaan di tempat itu lagi. Tidak selesai karena fokusku, fokus clara tidak fokus ke tugas. Entah tercecer dimana.
Akhir akhir ini memang BEM sedang ramai menyuarakan penghapusan UKT. Sore itu
kuliahat beberapa anggotanya sedang memasang beginian. Sebenernya pengen ikutan
tanda tangan sih, tapi malu. Cie malu... seperti yang pernah kutulis waktu itu,
“Menyoal kembali biaya UKT”. UKT 2014 emang naiknya gede, dari 3,9 jadi 4,5
di pendidikan MIPA. FKIP loh itu... apa kabar yang di teknik, pertanian,
MIPA...
Karena tidak selesai, akhirnya kami
membawa tugas itu ke kostku. Clara yang meneruskan, aku tidur tiduran sampai
ngantuk, dan terpaksa mandi.
Clara baru pulang setelah jam
dinding pun tertawa menunjukkan pukul 21.00 WIB. Giliranku adalah final
checking. Ternyata aku ngantuk. Dan tidur. Terbangun tengah malam tidur lagi,
bangun lagi dan memaksakan diri menyelesaikannya. Akhirnya selesai. Kepala
pening, tidur lagi. Bangun lagi tidur lagi. Padahal janjian jam 06.30 mau observasi.
Dan baru bangun lagi setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 05.30an.
Senin dan setengah selasa itu
baiklah, Begitu.
Saturday, November 08, 2014
Lalala.
Beberapa minggu terakhir aku
mengalami masa yang kurasa cukup sulit, mungkin kamu juga. Namun, aku menyadari bahwa sebenarnya aku dan kamu
mungkin pernah mengalami masa demi masa yang juga sama sulitnya. Mereka membawa
judul yang selalu berebeda. Aku pernah begini, begitu, kita pernah menjadi ini
dan itu, kita pernah jatuh disana, dan berusaha lagi, bangun lagi, berhasil dan
ganti judul. Kurasa, judul satu ini telah berakhir, seperti datangnya yang “Tiba
tiba”, Akhirnya pun begitu.
Pada akhir, biasa ditutup dengan “rupanya...”,
seperti sekarang, rupanya kita selesai pada sabtu yang cerah. Pada sabtu
berlangit putih yang menggoda. Mungkin mulai tak harus selalu malam senin, dan
tak selalu berakhir di hari minggu. Hari ini kita selesai pada sabtu, dan aku
bahagia.
Mungkin hari ini bisa kuhirup
aroma udara dengan senang, melihat banyak hal dan bersenang senang, menikmati
matahari lagi, menikmati semangat senin selasa rabu kamis jumat sabtu dan
minggu lagi, merasakan optimisme lagi, alangkah senangnya melihatku,
melihatnya, melihat mereka, melihat semua orang berbahagia.
Semuanya menjadi sangat menarik
bukan. Rumput, orange, persahabatan, lagu, pohon, semuanya menjadi indah pada
waktunya. Hari ini, Selamat berakhir pekan. Semoga semua orang selalu dalam
kebaikan.
Friday, November 07, 2014
Skyfall
Hari kamis lalu, praktikum usai
lebih awal. Jarang sekali begini. Kulihat langit masih terang, meski baru saja
turun hujan. Aroma seperti ini membuat aku rindu segalanya. Kulihat jam masih pukul
17.12, kupacu sepeda motorku ke SPBU dan segala macam pikiran mulai kupanggil
satu satu. Me time. Aku sendirian sekarang, aku bisa mengaduh dan tidak lagi berpura
pura.
Resah sekali. Sesampainya
di kost, kubersihkan badanku dan berbaring. Tidak lama, aku tertidur. Dan seperti
biasanya, aku bangun tengah malam untuk mengerjakan tugas dan menggunakan
layanan suka suka dari provider yang bonusnya bersyarat itu. ternyata hujan
lagi. Sepagi ini aku sudah harus rindu segalanya. Memang aroma udara selepas
hujan, ingatan tentang hujan, membuat segalanya jadi kemarin.
Saat jam dinding menunjukkan
pukul harus bersiap kuliah, aku pun bersiap. Mata kuliah pertama, selesai. Dzuhur.
Praktikum, selesai.
Seperti seminggu yang lalu, aku
duduk di sana bersama clara. Mengerjakan tugas dan se-earphone berdua. Kami selesai
setelah baterai notebook-ku tinggal 3%. Aku buru buru menuju kostan, Tiba-tiba Mentari
datang.
Kami makan dan mulai membicarakn masalahku dan masalahnya. Sekarang sudah pukul 19.10, aku masih di selasa 4 minggu yang lalu.
Ohya, Aku sudah tau. ternyata mungkin...
Ohya, Aku sudah tau. ternyata mungkin...
Dia lebih cantik ya, dia lebih mancung, dia lebih putih, dia lebih
merona. Dia lebih menyenangkan, dia lebih pintar, dia lebih sopan, dia lebih
ramah, dia lebih anggun, dia lebih rapi. Dia lebih subur, dia lebih banyak
temannya, dia lebih natural, dia lebih bisa menjaga diri. Dia lebih bisa
beradaptasi, dia lebih bisa survive, dia lebih jarang galau, dia lebih dewasa,
dia lebih lucu, dia lebih keren jurusan kuliahnya, dia lebih dekat, dia lebih
akrab, dia lebih realistis, dia lebih lentik jemarinya, dia lebih terhormat,
dia lebih rajin, dia pintar masak, dia suka anak kecil, mungkin dia suka
kucing, dia suka apa yang kamu suka, dia kebetulan ber-hobi sama denganmu, dia
mendengarkan, dia jarang mengeluh, dia lebih semangat, dia lebih tegar, dia
lebih bisa dibanggakan, dia lebih disiplin, dia tidak suka malu maluin, kata
temanmu dia lebih juga kan, dia lebih banyak yang suka, dia lebih menarik, dia
lebih bisa ngatur waktu, dia lebih tenang, dia lebih mudah memaafkan, dia lebih
lapang dada, dia lebih manis senyumnya, dia lebih menyenangkan tawanya.
Dia lebih, begitu kan.
Thursday, November 06, 2014
We Are Ok, Darling.
Mungkin sejak sebulan yang lalu,
selasa sejak si philips hilang.
Aku sudah jarang sekali mendengarkan
radio, biasanya tiap pagi aku mendengar kabar berita dari RRI, menyimak kabar
wakil rakyat, pura purra tertarik, Atau sekedar
mention ke d!radio, Minta puterin lagu Tulus “teman hidup”. Sejak philips
hilang memang semua jadi berantakan. Tidak mudah dan begitu saja bisa move on.
Pulang petang, menangis di jalan,
malas mandi, kurang tidur, mimpi buruk, dan segenap rasa bersalah tiap malam
karena kata kata yang terlontar kian hari kian kasar. Phillps, kamu sebenarnya dimana?
Sudah bukan harinya lagi
mengungkit ungkit, tapi masih rasanya. Tiap pagi ada saja hal yang memberatkan
pundak ini, menyesakkan dada. Iuh.
Nak, mungkin hidup memang begitu.
Rasamu yang tidak stabil, uring uringan, atau apapun namanya, memang proses
yang harus dijalani. Paling tidak, kamu jadi senantiasa mencari, tidak jalan di
tempat. Nak, ini hari masih pagi, semalaman tak tidur, pasti ada balasannya. Berdoa
saja, semoga hari ini menjadi hari yang baik, menjadi hari yang berkah. Selamat
hari ke-6 bulan november. Baik hatilah.
Wednesday, November 05, 2014
I Hate Me
Sudah nambah besar begini, gw jadi gak takut-an kalau
dinakalin bales nakalin. Kayak kemaren sore gw di bilang keterlaluan, terus gw
bales iya keterlaluan. Terus ditantangin add friend facebook, gw iya add aja,
dikatain enggak anggun, ya gw jawab iya gw menjijikkan. Sementara gw bilang
begitu enggak dipikir dulu, asal bales aja. Ini kayak percobaan, apakah dengan
di balas nakal juga akan puas, sekarang gw sudah dapat hasilnya.
Tidak.
Membalas jahat dengan kejahatan, omongan kasar dengan
kekasaran, hinaan dengan bilang this is the way Iam itu tidak membuat puas sama
sekali. Dalam hati kecil, rasanya kecewa, kita belum dewasa luna. Kita masih
selalu berapi api. Sedang umur sudah tua, kita masih belum bisa lebih
tenang.
Padahal, semua asap kan bersumber dari main api sendiri. Dibilang
keterlaluan kan karena tidak disiplin dan susah dimintai tolong, dibilang add
friend kan karena gw yang dulu ngenalin, terus dibilang gak anggun kan emang
kelakuan gw udah kayak preman. Kasar. Ternyata gw tidak siap menerima kebaikan.
Malang sekali.
Hari ini akan seperti apa ya, mimpi semalam isinya terusan hari ini semua. Seperti kisah belum selesai yang ku mimpikan, dan ternyata isinya hanya masalah kuatir, bukan soal ujian BTT. Padahal BTT adalah hal yang paling harus gw pikirkan, gw tidak punya bukunya, dan baru senin kemarin pinjam di perpustakaan, sementara rabu ini UTS dan gw SKS ngafal konsep. Ini salah sekali.
Dan ternyata, gw malah kepikiran yang lain lain. Tapi ini
kan masih pagi ya, semoga hari ini gw lebih disiplin, rela berkorban, lapang
dada, anggun dan sabar menghadapi segal macam ancaman yang mungkin ada. Semoga hati
ditenangkan oleh-Nya, di mudahkan mengerjakan UTSnya, dan senantiasa tunduk dan
patuh kepada-Nya. Aamiin. Selamat pagi, selamat hari ke 5 bulan November.
Monday, November 03, 2014
Semua Terserah Padamu, Aku Begini Adanya
Banyak orang, bila ditanya apa
hobinya, akan menjawab “nonton film”. Aku adalah salah satu dari yang banyak
itu. film menjadi begitu menginspirasi kehidupanku. Misalnya setelah nonton Sherlock
holmes dengan kemampuan analisis yang mengagumkan, cita citaku beruba jadi
detektiv, setelah nonton agen of S.H.I.E.L.D dengan sepasang muda mudi yang
ahli di biokima dan teknologi aku jadi rajin baca buku campbell, setelah nonton
the blind side dengan Mrs Anne lough yang “Argh”, aku jadi seneng facial, setelah
nonton A-Team aku jadi pengen punya grub bela diri. Jarang film genre “romance”
yang kemudian aku suka sekali, entah karena iri atau memang tidak masuk akal.
Yah, Meskipun aku juga masih nonton sih. Ya intinya aku muak dengan film
bertemakan cinta, ehh.
Seperti sore itu, di penghujung
oktober. Yang ku ingat, warna langit kian merah, hari ini telah habis. Kepala ini
berat seberat tas punggung doraemon yang ku gendong, susah payah menahan air
mata yang mau tumpah, lagi lagi entah kenapa. Mungkin karena laporan belum
dikerjakan, atau ujian esok harinya yang belum di siapkan, atau masalah hati
lagi, ini nih. Kemunduran kemunduran seperti ini yang sering menghambat dan
akhirnya mempush aku melakukan hal hal nekat seperti tidak mandi sore dan
langsung tidur sampai pagi.
Padahal, tidur sama sekali tidak
menyelesaikan apa apa ya. Sama. Sama seperti beban pikiran yang tanggung untuk
dihabiskan dalam sehari. Mesti tersimpan sampai besok, besoknya lagi. Ada saja
hal hal yang mengganggu fokus belajar. Kalau kata buku-buku motivasi, orang
orang yang senengnya mengeluh tidak usah di ajak main, hindari orang orang yang
suram agar tidak ketularan. Yohh.
Jadi, kunci sukses adalah jangan hobi baca novel atau
nonton film genre percintaan, agar kita lebih realistis dalam berpikir, dalam
bertindak, dalam bermimpi soal prince charming. Laki laki yang suka nekat
ngelakuin hal hal romantis itu teh Cuma ada di film, di novel, cewek cewek
rambut panjang berkulit lembut dan senyumnya menawan juga Cuma ada di iklan
shampo, jadi... pandang hidup ini dengan kaca mata pak habibie, atau iwan fals.
Yoman.
Wednesday, October 22, 2014
Don't Give Up
Sudah beberapa hari beralasan “tidak
sempat”. Baru hari ini, akhirnya sadar bahwa hal hal yang menganggu dan
menyulitkan sudah harus dibereskan. Bukan lagi liat dulu nanti. Hari ini sudah
harus sekarang. Semuanya mungkin akan sama seperti dia yang tiba tiba diminta
lagi, semuanya serba tiba tiba. Maka hari ini harus lebih dewasa. Hari ini
harus lebih mempercayai diri untuk memutuskan “apa”.
Menulis itu tidak percuma. Menulis
kali ini adalah upaya berdialog dengan hati, dengan isi kepala. Siapa tahu,
dengan ditulis, semuanya menjadi lebih jelas, semua menjadi lebih terpola. Kemudian
ada pertimbangan pertimbangan baru yang jika dibayangkan hanya sampai pada
argh.
Dengar dengar, minimal butuh lima
hari untuk terbiasa. Ini kan sudah rabu ke 3 ya sejak dia diminta kembali,
mestinya sudah juga terbiasa tidak bersama sama. Dari situ, berarti bisa juga
ya lima hari lagi aku sudah terbiasa menjadi blah yang baru. lima hari lagi
sudah tidak mendongak malu malu.
Tapi, jika memang akan terasa
sulit, wajar. Artinya aku memang berupaya. Karena ada rasanya. Dari pada
seperti yang sudah sudah, hari ini, kemarin, seminggu yang lalu, entah telah
berapa lama yang hanya Cuma garuk garuk hidung dan pura pura mikir.
Jika selesai menulis ternyata
masih, ya... Hadapilah. kita bisa ulangi sekali lagi.
Subscribe to:
Comments (Atom)











