Sudah nambah besar begini, gw jadi gak takut-an kalau
dinakalin bales nakalin. Kayak kemaren sore gw di bilang keterlaluan, terus gw
bales iya keterlaluan. Terus ditantangin add friend facebook, gw iya add aja,
dikatain enggak anggun, ya gw jawab iya gw menjijikkan. Sementara gw bilang
begitu enggak dipikir dulu, asal bales aja. Ini kayak percobaan, apakah dengan
di balas nakal juga akan puas, sekarang gw sudah dapat hasilnya.
Tidak.
Membalas jahat dengan kejahatan, omongan kasar dengan
kekasaran, hinaan dengan bilang this is the way Iam itu tidak membuat puas sama
sekali. Dalam hati kecil, rasanya kecewa, kita belum dewasa luna. Kita masih
selalu berapi api. Sedang umur sudah tua, kita masih belum bisa lebih
tenang.
Padahal, semua asap kan bersumber dari main api sendiri. Dibilang
keterlaluan kan karena tidak disiplin dan susah dimintai tolong, dibilang add
friend kan karena gw yang dulu ngenalin, terus dibilang gak anggun kan emang
kelakuan gw udah kayak preman. Kasar. Ternyata gw tidak siap menerima kebaikan.
Malang sekali.
Hari ini akan seperti apa ya, mimpi semalam isinya terusan hari ini semua. Seperti kisah belum selesai yang ku mimpikan, dan ternyata isinya hanya masalah kuatir, bukan soal ujian BTT. Padahal BTT adalah hal yang paling harus gw pikirkan, gw tidak punya bukunya, dan baru senin kemarin pinjam di perpustakaan, sementara rabu ini UTS dan gw SKS ngafal konsep. Ini salah sekali.
Dan ternyata, gw malah kepikiran yang lain lain. Tapi ini
kan masih pagi ya, semoga hari ini gw lebih disiplin, rela berkorban, lapang
dada, anggun dan sabar menghadapi segal macam ancaman yang mungkin ada. Semoga hati
ditenangkan oleh-Nya, di mudahkan mengerjakan UTSnya, dan senantiasa tunduk dan
patuh kepada-Nya. Aamiin. Selamat pagi, selamat hari ke 5 bulan November.
