Tidak seperti orang kebanyakan, aku
tidak membenci senin. Semua hari adalah sama bagiku, tanpanya disisi selalu
terasa sepi. Eaaak.
Aku akan cerita dear diary mulai
sekarang. dan akan ku mulai dari senin ke-2 bulan november. Dalam duniaku, Pagi bisa jam
berapa saja. Senin kemarin juga bukan jam 5. Aku bangun belajar untuk kuis dan
bersegera bersiap ke kampus karena jadwal senin di mulai jam 07.30. untuk
mengantisipasi stress kelaperan saat kuliah statistika, aku menyempatkan
sarapan, dan rupanya menyita waktu. Aku berangkat ketika benar benar sudah
pukul 07.30. Di pelataran biasa aku parkir, sedang di adakan upacara peringatan
hari pahlawan, aku menyesal kenapa tidak tau, andai tau mungkin aku ikutan.
Biar begini, jiwa nasionalis ku lumayan tinggi loh.
Tak kusangka, kuliah statistika
libur. Struktur hewan juga. Fine.
Sampai di kelas kutemui beberapa
temanku yang sedang mengerjakan tugas, karena aku tidak mau menyiakan segarnya
pagi, ku urungkan keinginanku untuk balik ke kostan, lalu ku putuskan untuk
bergabung bersama mereka. Menyicil tugas minggu ini. Setelah temanku selesai,
kami bubar.
Aku berencana memperpanjang masa
pinjam buku BTT di perpustakaan, and I done. Saat sendirian di perpustkaan, aku
sempat melihat kenalanku saat seleksi Teknokra dulu, tapi urung untuk menyapa,
mungkin dia sudah lupa. Aku menyempatkan diri menuntaskan laporan zoologi
invertebrata untuk di kumpul besok. Selesai.
Karena mulai lapar lagi, aku pun
beranjak. Rencana awalku adalah menyelesaian tugas yang lain, namun kepalaku
rada berat. Aku... lemah tanpamu. Eaaaak.
Aku memenuhi janjiku untuk mampir
ke kost diana, dan rupanya disana sudah ramai teman teman. Karena jam 15.30
kami akan kuis, akhirnya ku gunakan siang itu untuk tidur, ngobrol, dan
belajar. Sebenarnya tadi pagi aku sudah belajar, dan metode belajar SKS
kemudian sok ngulang di siangnya membuat ingatan tadi pagi berantakan. Terlalu
banyak konsep yang harus di pahami. Dan eng ing eng... soal yang keluar diluar
dugaan. Hanya 3 konsep dari sekian banyak konsep, dan yang diminta adalah
konsep yang masih abu abu. Hyuuuh... Selesai. Mereka bahas, dan aku mulai
kuatir, gw tadi jawab apaan ya...
Yang penting udah lewat. Tinggal tawakal. Semoga hasilnya adalah keajaiban, nilainya A.
Kemudian, sesuai dengan perjanjian, aku dan Clara menyelesaikan tugas kewirausahaan di tempat itu lagi. Tidak selesai karena fokusku, fokus clara tidak fokus ke tugas. Entah tercecer dimana.
Akhir akhir ini memang BEM sedang ramai menyuarakan penghapusan UKT. Sore itu
kuliahat beberapa anggotanya sedang memasang beginian. Sebenernya pengen ikutan
tanda tangan sih, tapi malu. Cie malu... seperti yang pernah kutulis waktu itu,
“Menyoal kembali biaya UKT”. UKT 2014 emang naiknya gede, dari 3,9 jadi 4,5
di pendidikan MIPA. FKIP loh itu... apa kabar yang di teknik, pertanian,
MIPA...
Karena tidak selesai, akhirnya kami
membawa tugas itu ke kostku. Clara yang meneruskan, aku tidur tiduran sampai
ngantuk, dan terpaksa mandi.
Clara baru pulang setelah jam
dinding pun tertawa menunjukkan pukul 21.00 WIB. Giliranku adalah final
checking. Ternyata aku ngantuk. Dan tidur. Terbangun tengah malam tidur lagi,
bangun lagi dan memaksakan diri menyelesaikannya. Akhirnya selesai. Kepala
pening, tidur lagi. Bangun lagi tidur lagi. Padahal janjian jam 06.30 mau observasi.
Dan baru bangun lagi setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 05.30an.
Senin dan setengah selasa itu
baiklah, Begitu.