Wednesday, November 12, 2014

Dear Monday

Tidak seperti orang kebanyakan, aku tidak membenci senin. Semua hari adalah sama bagiku, tanpanya disisi selalu terasa sepi. Eaaak.

Aku akan cerita dear diary mulai sekarang. dan akan ku mulai dari senin ke-2 bulan november. Dalam duniaku, Pagi bisa jam berapa saja. Senin kemarin juga bukan jam 5. Aku bangun belajar untuk kuis dan bersegera bersiap ke kampus karena jadwal senin di mulai jam 07.30. untuk mengantisipasi stress kelaperan saat kuliah statistika, aku menyempatkan sarapan, dan rupanya menyita waktu. Aku berangkat ketika benar benar sudah pukul 07.30. Di pelataran biasa aku parkir, sedang di adakan upacara peringatan hari pahlawan, aku menyesal kenapa tidak tau, andai tau mungkin aku ikutan. Biar begini, jiwa nasionalis ku lumayan tinggi loh.

Tak kusangka, kuliah statistika libur. Struktur hewan juga. Fine.

Sampai di kelas kutemui beberapa temanku yang sedang mengerjakan tugas, karena aku tidak mau menyiakan segarnya pagi, ku urungkan keinginanku untuk balik ke kostan, lalu ku putuskan untuk bergabung bersama mereka. Menyicil tugas minggu ini. Setelah temanku selesai, kami bubar.

Aku berencana memperpanjang masa pinjam buku BTT di perpustakaan, and I done. Saat sendirian di perpustkaan, aku sempat melihat kenalanku saat seleksi Teknokra dulu, tapi urung untuk menyapa, mungkin dia sudah lupa. Aku menyempatkan diri menuntaskan laporan zoologi invertebrata untuk di kumpul besok. Selesai.

Karena mulai lapar lagi, aku pun beranjak. Rencana awalku adalah menyelesaian tugas yang lain, namun kepalaku rada berat. Aku... lemah tanpamu. Eaaaak.

Aku memenuhi janjiku untuk mampir ke kost diana, dan rupanya disana sudah ramai teman teman. Karena jam 15.30 kami akan kuis, akhirnya ku gunakan siang itu untuk tidur, ngobrol, dan belajar. Sebenarnya tadi pagi aku sudah belajar, dan metode belajar SKS kemudian sok ngulang di siangnya membuat ingatan tadi pagi berantakan. Terlalu banyak konsep yang harus di pahami. Dan eng ing eng... soal yang keluar diluar dugaan. Hanya 3 konsep dari sekian banyak konsep, dan yang diminta adalah konsep yang masih abu abu. Hyuuuh... Selesai. Mereka bahas, dan aku mulai kuatir, gw tadi jawab apaan ya...

Yang penting udah lewat. Tinggal tawakal. Semoga hasilnya adalah keajaiban, nilainya A.

Kemudian, sesuai dengan perjanjian, aku dan Clara menyelesaikan tugas kewirausahaan di tempat itu lagi. Tidak selesai karena fokusku, fokus clara tidak fokus ke tugas. Entah tercecer dimana.

Akhir akhir ini memang BEM sedang ramai menyuarakan penghapusan UKT. Sore itu kuliahat beberapa anggotanya sedang memasang beginian. Sebenernya pengen ikutan tanda tangan sih, tapi malu. Cie malu... seperti yang pernah kutulis waktu itu, “Menyoal kembali biaya UKT”. UKT 2014 emang naiknya gede, dari 3,9 jadi 4,5 di pendidikan MIPA. FKIP loh itu... apa kabar yang di teknik, pertanian, MIPA...

Karena tidak selesai, akhirnya kami membawa tugas itu ke kostku. Clara yang meneruskan, aku tidur tiduran sampai ngantuk, dan terpaksa mandi.

Clara baru pulang setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 21.00 WIB. Giliranku adalah final checking. Ternyata aku ngantuk. Dan tidur. Terbangun tengah malam tidur lagi, bangun lagi dan memaksakan diri menyelesaikannya. Akhirnya selesai. Kepala pening, tidur lagi. Bangun lagi tidur lagi. Padahal janjian jam 06.30 mau observasi. Dan baru bangun lagi setelah jam dinding pun tertawa menunjukkan pukul 05.30an.

Senin dan setengah selasa itu baiklah, Begitu.