Tuesday, March 24, 2015

Buta

Dua tiga hari sudah berlalu
Dia masih sama, menyimpan mata yang diam diam dirampasnya waktu itu
Dia masih begitu, menunggu siapa tau bisa menyimpan satu mata yang lain
Tapi... dua tiga hari itu, hanyalah dua tiga hari yang lalu

Karena... setelah  dua tiga hari itu tiba tiba datang rembulan
Sambil tertawa dia memaksa-nya menulis catatan:

“Hei... mata itu, kembalikan”

Dia dan rembulan  beradu pandang, saling menyalahkan
Tentang siapa yang mestinya duluan memberi tahu dua tiga hari yang lalu

Bahwa dua tiga hari yang lalu, atau entah sejak kapan
Dia dan rembulan sudah sama sama tau
warna langit tak pernah merah muda, tak pula biru
warnanya pucat, dua matanyalah yang salah
karena menebak warna langit dari mata yang buta
dia menduga langit bisa berwarna warnai, merah muda, biru, dan ungu

Dia sedih, lalu menutup buku, menuntaskan catatan, dan mengembalikan mata itu pada rembulan
sambil menangis, dan tertawa, dan diam diam menyelipkan pesan selamat malam