Betul betul lucu.
Ketika orang orang sudah sampai pada obrolan tentang raport
merah presiden, aku masih duduk di terasnya, menulis puisi tentang malu malu,
tentang perasaan. Alangkah tertinggal.
Menulis sajak,
Hari senin biru selasa ungu, dan rabu merah muda. Masih begitu.
Ini bukan soal kata orang, ini beban. Nah...
Mulai lagi kan, topik gelisahnya masih sampai di bab satu. Itu
itu saja.
Mungkinkah, besok atau lusa masalah ini beres, ya sebut saja
masalah. Harus di paksa selesai. Karena ingin sekali rasanya lanjut bab dua,
agar aku bisa sejalan, Dengan orang orang yang begitu mengagumkan.