Selamat datang di kehidupan yang
penuh dengan aturan orang lain.
Selamat datang di kehidupan yang
jika tak sesuai bisa kena bentak kapan saja, dimana saja, tidak terduga.
Hahaha.
Sementara aku gak mau hidupku di
atur-atur orang lain, makanku, minumku, tidurku, bangunku, omonganku. Aku tidak
merasa kurang, aku tidak merasa perlu dibenerin. Harga diriku terluka.
Oleh karenanya, aku malas lagi
bicara denganmu. Aku malas hidup denganmu.
Tapi semua sudah terlanjur.
Tanganku terikat, kakiku juga.
Mulutku kelu, tak betah.
Apalagi larangan ini itu, terakhir
soal teman? Tak usah sebegitunya sama teman. Kamu tak hidup dengan teman,
katamu. Faq.
Aku tailah, yang boleh teman
berteman dan ditemani kan mantan terubur-ubur mu.
Aku berteman karena kamu tak pernah
sudi membela. Ingat saat aku dikeroyok mantan ubur-ubur? Kamu diam, gak mau
ikut-ikutan. Hahahahaha
Makanya aku mau menemani orang lain,
mereka juga kuharap begitu. Suatu saat aku dikeroyok lagi, atau kau apa-apakan,
aku punya bela, bela diri. Aku punya seseorang untuk membela. Karena kamu tidak
bisa, tidak.
No comments:
Post a Comment