Tuesday, January 16, 2018

Novel Syndrome

Aku bersyukur atas apa yang terjadi hari ini, semua sungguh di luar dugaanku. Seharian bisa tidur lelap dan membaca novel dewasa yang dikirimkan hanna padaku semalam. Sudah hampir dua bulan ini aku disibukkan dengan pekerjaanku yang benar-benar menguras tenaga, aku harus bolak balik ke kantor dan menyelesaikan setumpuk berkas agar bisa merasakan akhir pekan secara normal, normal? ya normal seperti orang-orang (Selalu saja menjadikan orang lain sebagai ukuran). Tapi itu tidak pernah terjadi sejak dua bulan lalu, weekend yang sebelumnya bisa kunikmati dengan hangout bersama teman-teman geng, kini justeru kulewati dengan membawa sisa kerja di kantor dan begadang hingga senin pagi. 

Aku yang sebetulnya tidak kuat-kuat amat daya tahan tubuhnya harus bertahan dengan setiap pagi minum suplemen agar tetap fokus menyelesaikan tugasku, sempat kucoba sehari tidak meminumnya karena lupa dan hampir pingsan saat jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Aku sadar bahwa apa yang aku lakukan tidak semestinya dilakukan oleh perempuan muda 25 tahun yang lincah kesana kemari. Aku semakin terlihat berantakan dan galak setiap hari.

Aku terkejut mendapati jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 9 malam dan aku masih di jalan dengan motor bebekku yang sudah lama tidak kucuci, aku baru saja mengantar barang ke salah satu pelanggan yang cukup jauh dari rumah. Dari sore tadi hujan memang belum berhenti, badanku menggigil di bawah mantel hijau milik ibu yang kukenakan untuk melindungi diri dari hujan.

Aku selalu suka hujan, mengendarai motor di kala hujan seperti ini membuatku merasa sedih dan romatis. Lampu jalan yang basah dan menimbulkan efek pinterest ini selalu membuatku terpikat. Aku berandai andai jika nanti aku menikah, pasti sangat seru bisa pergi berdua di malam yang dingin dan hujan seperti ini.

Tak lama lamunanku buyar dengan suara klakson mobil di belakang, rupanya lampu merah sudah berubah hijau dan aku harus buru-buru maju agar tidak ditabrak kendaraan yang sudah mulai tak sabar menungguiku. Dalam perjalanan sampai rumah, aku meneruskan lamunan tentang jika aku sudah menikah.

***

Ini adalah contoh tulisan kalau aku habis baca novel.

1 comment:

Hanna said...

Thanks for mention my name with the addition "novel dewasa" on it hahahahaha