Saturday, January 20, 2018

Why Now Babe?

Kenapa buru-buru menikah? Menikah padahal belum punya bekal yang cukup, belum pernah ikut kelas pra nikah, belum punya kerja yang pantes jadi belum bisa ngasih apa-apa ke orang tua, belum punya tabungan, belum punya bayangan mau gimana. Kenapa sekarang? Kenapa tidak nanti? Than, udah tau tidak siap-siap amat, why are you so happy? Why are you so proud? Kenapa kamu sangat PD?

Benar juga pertanyaan diatas, aku gak punya jawabannya.

Lalu?

Sekarang menikah, supaya aku tidak pacaran melulu. Hanya pengen hijrah saja. 

Sebelum benar-benar di datangi keluarganya, aku begitu kalut tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, ya sampai sekarang juga sih. Tapi setelah lamaran semua jadi lebih enteng. Malam sebelum lamaran aku datang ke Allah, minta petunjuk ini mau apa sebenernya. Aku seneng ya Allah, tapi takut juga. Kenapa seneng? Karena gak pacaran lagi. Ya honestly, aku malu ketika pacaran, asik sekaligus khawatir. Lalu aku akan mengakhiri semua masa-masa kegelepan.

Aku lega.

Takutnya? Aku takut masih belum bisa jawab pertanyaan itu. Lalu aku minta ke Allah mudahkan ya Allah… semoga ini mudah dan berkah.

Lalu kemudian semuanya benar dibuat mudah, tidak serta merta semua gimana. Tapi memang rasanya jadi santai, ada sedih gak bisa ini itu tapi menerima dengan baik, ngambek tapi tidak marah, tegang tapi tau punya pegangan. Lalu sesekali sedih ketikai ingat semua akan berubah. Semua persiapan dilakukan dengan sadar dan gak kalap. 

Kenapa menikah sekarang?

Ya karena sekarang, tidak perduli nanti gimana. Semua akan baik-baik saja, makin baik malah.

No comments: