Kenapa buru-buru menikah? Menikah padahal
belum punya bekal yang cukup, belum pernah ikut kelas pra nikah, belum punya
kerja yang pantes jadi belum bisa ngasih apa-apa ke orang tua, belum punya
tabungan, belum punya bayangan mau gimana. Kenapa sekarang? Kenapa tidak nanti?
Than, udah tau tidak siap-siap amat, why are you so happy? Why are you so
proud? Kenapa kamu sangat PD?
Benar juga pertanyaan diatas, aku
gak punya jawabannya.
Lalu?
Sekarang menikah, supaya aku tidak
pacaran melulu. Hanya pengen hijrah saja.
Sebelum benar-benar di datangi
keluarganya, aku begitu kalut tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, ya sampai sekarang juga sih. Tapi setelah lamaran semua jadi lebih enteng. Malam sebelum lamaran aku datang ke
Allah, minta petunjuk ini mau apa sebenernya. Aku seneng ya Allah, tapi takut
juga. Kenapa seneng? Karena gak pacaran lagi. Ya honestly, aku malu ketika
pacaran, asik sekaligus khawatir. Lalu aku akan mengakhiri semua masa-masa
kegelepan.
Aku lega.
Takutnya? Aku takut masih belum bisa
jawab pertanyaan itu. Lalu aku minta ke Allah mudahkan ya Allah… semoga ini
mudah dan berkah.
Lalu kemudian semuanya benar dibuat
mudah, tidak serta merta semua gimana. Tapi memang rasanya jadi santai, ada sedih
gak bisa ini itu tapi menerima dengan baik, ngambek tapi tidak marah, tegang
tapi tau punya pegangan. Lalu sesekali sedih ketikai ingat semua akan berubah. Semua
persiapan dilakukan dengan sadar dan gak kalap.
Kenapa menikah sekarang?
Ya karena sekarang, tidak perduli
nanti gimana. Semua akan baik-baik saja, makin baik malah.
No comments:
Post a Comment