Aku senang libur panjang, aku senang tidak punya tugas yang harus dilakukan dengan banyak berpikir berat. Aku senang hanya jalan-jalan, sarapan, ngantuk, lalu bobo siang. Namun, kian lama hal-hal menyenangkan itu jadi sangat membosankan. Kepala ini terasa kendor karena tidak kubuat mikir, tidak aku bacakan sesuatu, hanya kupenuhi dengan cerita drama yang ketika episodenya habis tidak meninggalkan apa-apa.
Duh, bosan.
Meski sudah mulai ngajar lagi, hari minggu sehari libur tetap membuat aku bosan juga. Aku sudah mengisi dengan makan petis, bubur, istirahat, tapi perasaan jenuh malah semakin membuat aku jadi tidak berhasrat. Aku tidur dengan banyak pikiran kosong.
Sejak beberapa waktu lalu aku memang meninggalkan kebiasaan mambuat resolusi dengan detail, ya semacam bosan dan gak jelas gitu lho. Sepanjang berkebiasaan menulis semua wish list, saat di evaluasi nyatanya aku tidak menemukan suatu pencapaian yang amazing. Lama-lama jadi bosan. Aku tau, apa yang aku tulis memang bukan sesuatu yang diusahakan dengan sungguh-sungguh.
Aku tidak pernah bersungguh-sungguh.
Selain membuat undangan nikah, ngedit video, aku memang bukan perempuan yang kesungguhan usahanya sekeras baja. Hal-hal yang dilakukan selalu semampuku, semampu aku pengen. Sehingga hasilnya juga gak seberapa worth it. Setelah bosan tidak sungguh-sungguh, aku kian bingung dan tersalah langkah. Eaaah.
Aku butuh petunjuk untuk meneruskan kehidupan ini, aku butuh teman. Menikah membuat aku jadi bergantung. Membuat tidak percaya diri dengan independensi.
Dan LDR, membuat komunikasi tidak optimal. Bukan soal LDRnya,tapi apa yang dikerjakan saat LDR, dia bekerja dan tidak punya cukup waktu untuk membahas hal-hal krusial yang mendadak kepikiran. Bicara setelah menikah tak cukup hanya modal kontak telepon, butuh kontak yang lain juga. Eye contact.
Karena yang dibicarakan hal yang semakin penting dan dewasa, hal tentang besok mau makan apa.
No comments:
Post a Comment