Sunday, January 13, 2019

Kasmaran

Aku udah pernah cerita belum, soal aku dan suami yang LDR tiap sebulan sekali?

Jadi, suamiku kerja di sebuah kondisi yang mengharuskan dia meninggalkan aku di rumah. Tidak bisa bawa keluarga, tidak bisa bawa siapa-siapa. Nama profesinya petroleum engineer.

Lama waktunya sangat fleksibel, bisa 2 bulan di lokasi, lalu off sebulan. Atau sebulan di lokasi, lalu off dua minggu. Tidak ketemunya aku sebulan, dua bulan dengannya membuat aku mengalami siklus kasmaran yang berulang. Tiap bertemu pertama kali, di stasiun kereta, di bandara, atau pas aku tidak ikut jemput dan di rumah saja, aku akan salting untuk beberapa hari.

Seminggu pertama pulang aku merasakan kehidupan yang lengkap sekali, dua minggu makin ketergantungan, lewat itu aku sangat kesulitan membayangkan akan di tinggal lagi karena rasanya jiwaku sudah nemplok tidak mudah lepas. Biasanya jika teringat itu aku akan ngintil kemanapun dia pergi.

Tidak hanya aku, dia juga kesulitan. 

Saat berputus asa, kami suka berandai-andai bagaimana jika kita putuskan dia resign, lalu kerja seadanya disini, serabutan, jual apa saja yang mungkin laku di jual. Tapi urung, karena saat ini dialah tulang punggung kami, mambayangkan dia melepas kerja demi sesuatu yang belum pasti membuat aku begidik sendiri, ada anak yang harus disuapi, dibelikan baju & buku, disekolahkan.

Lalu ya sudah, satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah bersabar. Kalau mau menangis, ya menangislah, kalau mau sebal, ya sebalah, kalau mau marahan, ya marah lalu baikan.

Kami sama-sama tidak ngerti bagaimana bisa berpindah dari kondisi yang sekarang, rasanya mau mulai diskusi saja gak sampai, seperti hanya menunggu keajaiban, tiba-tiba saat daftar kerja diterima lalu lolos sampai jadi pegawai tetap yang dianugerahi pekerjaan yang membuat kami dapat berkumpul, tinggal serumah bersama-sama.

Aamiin

No comments: