Friday, January 04, 2019

Jalan jalan di Mall

Aku kenal tempat bernama “mall” ketika masih SD. Ketika liburan di rumah bude di teluk, sepupuku mengajak pergi ke mall untuk melihat-lihat aksesoris. Dari pengalaman-pengalaman itu, aku menyadari bahwa aku begitu sangat amat bahagia melihat aksesoris. Aku begitu suka dengan mall.

Semakin gede, aku jadi semakin bergairah pergi ke mall. Bukan hanya aksesoris, tapi semua sudut mall aku jelajahi, lihat ini dan itu.

Hingga aku menikah, salah satu hal yang aku rengeki dari suamiku ketika dia libur kerja adalah jalan-jalan ke mall. Hingga suatu hari terjadi sebuah momen aneh yang membuat aku jadi…

Begini ceritanya.

Pada hari sabtu sebelum dia berangkat kerja, kami sekeluarga pergi ke mall untuk mencari stroller lipat keponakanku. Jalanan begitu ramai, begitu juga mall yang kami kunjungi. Hari itu aku tidak pakai baju dan kerudung dengan nyaman, tidak pakai day cream dan lipstick, serta membawa tas yang terlalu berat.

Setelah muter-muter dan kelelahan, aku duduk di kursi sambil menunggu keponakanku main di timezone. Aku duduk melihat orang berlalu lalang. Aku takjub, wow… inilah kehidupan mall pada weekend. Begitu banyak orang dengan baju yang bagus, ada yang dandan ala hijaber, ada yang santai pakai hotpants, ada yang pakai sepatu gaul, sendalan doang, ada yang kulitnya putih, yang eksotis tapi cakep-cakep.  Lampu mall membuat hari itu menjadi hari yang mirip seperti di novel.

Mall pada weekend adalah mall yang penuh dengan pasangan muda mudi yang mau nonton di bioskop, keluarga kecil, keluarga besar seperti kami, girls squad, maba, mahasiswa tingkat akhir, dan lain sebagainya.

Pada lain hari di mall juga sebetulnya begini, tapi hari itu mall ramai sekali. Penampilan orang-orang begitu bervariasi. Sambil melihat, sambil aku menebak kemungkinan latar belakang mereka. Berapa banyak duit yang mereka miliki. Lalu aku tertegun…

Wow. Luar biasa.

No comments: